Kiss FM Medan — OpenAI baru-baru ini mengumumkan rencana untuk menghadirkan iklan di ChatGPT, menandai pergeseran penting dalam strategi monetisasi layanan AI yang digunakan oleh ratusan juta orang di seluruh dunia. Langkah ini bertujuan untuk memperluas sumber pendapatan OpenAI di luar model langganan tradisional, sekaligus menunjang biaya operasional yang terus meningkat.
Iklan akan diuji coba terlebih dahulu untuk pengguna dewasa yang masuk (logged in) pada versi gratis dan paket Go, terutama di Amerika Serikat. Pengguna versi berbayar seperti Plus, Pro, Business, dan Enterprise kemungkinan besar tidak akan melihat iklan selama masa uji coba berlangsung.
Menurut pernyataan resmi, iklan akan tampil terpisah dari jawaban utama ChatGPT, seringkali muncul di bagian bawah konten yang relevan dengan percakapan. OpenAI menegaskan bahwa ini akan membuat iklan jelas terlihat sebagai konten bersponsor dan tidak akan memengaruhi jawaban AI yang dihasilkan.
Privasi pengguna juga menjadi fokus penting. OpenAI menyatakan tidak akan membagikan percakapan pengguna dengan pengiklan dan tidak akan menjual data obrolan untuk tujuan iklan. Pengguna bahkan dapat memilih untuk mematikan personalisasi iklan jika mereka mau.
Selain itu, terdapat batasan khusus: iklan tidak akan muncul di percakapan yang berhubungan dengan topik sensitif, seperti kesehatan, isu mental, maupun politik, dan ditargetkan hanya untuk pengguna berusia di atas 18 tahun.Langkah ini mencerminkan perubahan besar bagi ekosistem AI, yang sebelumnya dikenal lebih fokus pada pengalaman bebas iklan dibandingkan platform digital lain. Ke depannya, uji coba iklan di ChatGPT akan dipantau publik luas, termasuk bagaimana pengguna menanggapi dan apakah model ini akan diperluas ke negara lain di luar AS.















