Kiss FM Medan – Scan mata bukan lagi sekadar fitur canggih di film sci-fi. Sekarang, warga Indonesia bisa nemuin itu di dunia nyata lewat aplikasi World App. Tapi, mirisnya, banyak yang justru rela antre panjang demi imbalan uang recehan dengan mempertaruhkan salah satu identitas paling sensitif: iris mata mereka.
Apa Itu World App dan Kenapa Viral?
World App adalah bagian dari proyek Worldcoin, yang dibuat untuk menciptakan identitas digital global lewat teknologi scan mata. Tujuannya sih mulia: memastikan bahwa seseorang itu manusia, bukan robot. Tapi di balik teknologi canggihnya, ada isu besar yang harus kita waspadai—yaitu privasi dan keamanan data.
Ancaman Privasi yang Gak Main-Main
Data iris mata itu bukan kayak nomor HP yang bisa diganti. Sekali bocor atau disalahgunakan, kita gak bisa “balikin” lagi. Meski World App mengklaim data tidak disimpan permanen, tetap saja sistem mereka sempat ditolak di beberapa negara karena kekhawatiran soal penyalahgunaan.
Dan ironisnya, di Indonesia, justru warga rela scan mata demi dapetin token kripto yang nilainya bisa diuangkan. Saking banyaknya peminat, sampai ada antrean di berbagai kota besar. Ini bikin kita bertanya-tanya: seberapa terdesaknya masyarakat sampai begitu mudah menyerahkan data sensitif?
Perlu Edukasi, Bukan Janji Cuan
Masyarakat kita perlu lebih diedukasi soal nilai dan risiko data pribadi. Scan mata itu bukan hal sepele. Jangan sampai kita jadi korban program yang belum tentu jelas tujuannya. Kita harus belajar bilang “nggak” sama hal yang nggak kita pahami sepenuhnya, apalagi kalau udah menyangkut identitas.
Penutup: Hargai Data, Hargai Diri
Cuan itu penting, apalagi di kondisi ekonomi yang makin susah. Tapi jangan sampai demi uang cepat, kita jual aset paling berharga kita: identitas. Karena data biometrik, termasuk scan mata, adalah bagian dari diri kita yang gak bisa diganti.
Pikirin baik-baik sebelum ikutan tren, ya!












