Kiss FM Medan – Zaman semakin berkembang, sekarang ini anak muda nggak lagi tergila-gila dengan yang namanya jabatan, bahkan banyak yang memilih pekerjaan-pekerjaan tidak biasa demi tidak perlu hadir di kantor setiap hari. Ya, mereka lebih milih jadi freelancer, tapi freelancer ini bukanlah kerja sambilan melainkan profesi utama yang dijadikan sebagai sumber penghasilan.

Tapi jadi freelancer itu punya suka duka sendiri yang tidak dipahami orang lain. Kadang bikin gregetan dan hati pedih. Apalagi kalau bukan karena mengalami hal-hal di bawah ini.

Disangka selalu memiliki waktu luang yang banyak

Jadi freelancer itu biasanya mengerjakan pekerjaannya hanya sebatas waktu yang disepakati. Kadang sebulan bisa punya kontrak kerja lebih dari 5 buah, bisa juga kadang-kadang sebulan cuma satu kontrak kerja. Biasanya freelancer bekerja di waktu-waktu menjelang malam hari, alasannya adalah karena malam hari suasana lebih tenang dan adem. Praktis siang hari akan kita jadikan sebagai waktu istirahat, nah yang begini tuh disangkain orang lain kita memiliki waktu luang yang banyak. Dia nggak tahu aja kalau malam hari kita bekerja keras mengejar deadline.

Dikirain pengangguran

Karena bekerjanya fleksibel kapan saja dan di mana saja bahkan bisa dikerjakan di rumah saja, banyak yang mengira kita cuma pengangguran. Wah pernah nih kejadian waktu kelar wisuda kemaren admin di rumah aja, setiap hari ketemu tetangga karena admin ngurusin bunga-bunga di halaman. Banyak tetangga yang nanyain, “Kamu nggak kerja? Kok di rumah aja?”. Padahal admin selepas maghrib sudah rapi di depan laptop, kerja sampai jam 4 pagi. Bahkan jadi bahan gunjingan karena tidak kunjung (terlihat) kerja.

Calon mertua sering memandang sebelah mata

Mereka yang berprofesi sebagai freelance dianggap tidak memiliki cukup bekal untuk membangun rumah tangga dengan fondasi yang kuat. Ya, para orang tua berpikir bahwa membina rumah tangga modalnya adalah harta, orang tua di mana-mana seperti itu. Buat cowok-cowok freelance yang kuat ya menghadapi mereka.

Kadang suka disepelein dengan klien yang tidak profesional

Pernah mendapat klien yang tidak profesional. Kitanya udah bersikap profesional eh malah kliennya yang nggak menghormati kesepakatan yang sudah dibuat. Contohnya nih, waktu pengerjaan cuma 2 minggu, tentu aja sang freelancer agar berupaya keras untuk menepati perjanjian tersebut apapun caranya, bahkan nggak beranjak dari depan laptop, bahkan rela menjadi makhluk nokturnal yang tidak kenal siang hari. Eeeehhh… begitu kerjaan udah 70 persen kelar, si klien yang tidak profesional ini malah batalin kerjaan. Itu rasanya sakit banget, tapi nggak berdarah.

Bayaran yang sering telat

Kerjaannya sih udah tepat waktu, tapi sedihnya hak kita tidak segera dipenuhi oleh sang klien. Ini nggak adil, jadi emang kudu pinter nyari klien yang profesional yang bisa sama-sama enak pas menyepakati pekerjaan.

Tapi nggak selalu hal-hal tidak menyenangkan sih yang dirasakan, seseorang memilih menjadi freelancer itu karena jadi freelancer enaknya tuh kayak begini.

Bisa berkutat di bidang yang sesuai passion

Passion saat ini di Indonesia menjadi hal yang kurang menghidupi bila dijadikan fokus hidup yang utama, biasalah, alasannya karena kurang menghasilkan sebab passion emang unik-unik bentukannya. Ada yang passionnya menulis, melukis, bikin komik, memasak, dan masih banyak lainnya. Menjadi freelancer bisa jadi pilihan buat mereka yang gatel pengen menjalankan passion mereka yang tertahan karena nggak bisa dijadikan profesi utama.

Lumayan bisa nambahin uang jajan sama uang foto kopian diktat

Menjadi mahasiswa kadang sulit dilakukan sambil bekerja di pekerjaan tetap. Maka dari itu menjadi freelancer bisa jadi pilihan mereka untuk mencari sumber penghasilan walau cuma sekedar buat modal jajan di kantin selama sebulan atau paling nggak punya modal buat foto kopi diktat.

Waktu pengerjaan yang fleksibel

Jam kantor Indonesia adalah 8 pagi ke 5 sore, kalau freelancer? Kapan mereka suka, yang penting kerjaan selesai hingga waktu yang disepakati tiba. Mau dikerjakan di subuh hari ataupun malam hari mah terserah aja.

Asyiknya bisa dikerjakan di mana saja yang kita suka

Bosen tahu ngerjain kerjaan di ruangan yang sama selama bertahun-tahun. Jadi freelancer bisa kerja di cafe yang kita suka. Kadang bisa dikerjakan di public area yang ada wifinya. Pokoknya di mana saja yang nyaman deh.

Penghasilannya bisa lebih besar dari pegawai kantoran

Freelancer bisa saja menghasilkan pekerjaan yang melebihi gaji pegawai kantoran. Nggak percaya? Sono gih cek top coder. Satu project dihargai berapa ratus dolar.

Bekerja dengan berbagai macam orang

Asiknya lagi, kita bisa bekerja dengan macam-macam orang dari berbagai ras, berbagai daerah hingga berbagai negara. Hal ini akan memperkaya cara berkomunikasi kita. Asik nggak tuh?

So, kamu niat jadi freelancer? Kudu kuat mentalnya lho!

Comments are closed.