Kiss FM Medan – Las Vegas – Sebuah momen yang memantik perhatian publik terjadi dalam konser Lady Gaga bertajuk Mayhem Ball. Sebelum pertunjukan dimulai, videotron utama menampilkan pesan-pesan dari penggemar dalam segmen interaktif bertajuk Voices of Mayhem. Salah satu pesan yang muncul bertuliskan: “FREE PALESTINE”, berdampingan dengan pesan-pesan lain seperti “Trans Lives Matter” dan “F**k Trump”.

Segmen ini memungkinkan para penonton mengirimkan pesan melalui situs resmi, lalu ditampilkan di layar LED dalam venue. Meskipun konsep ini dimaksudkan sebagai bentuk apresiasi atas partisipasi penggemar, kehadiran pesan-pesan politik membuat banyak pihak bertanya-tanya.

Beberapa netizen memuji langkah Gaga dan timnya yang dianggap memberi ruang bagi suara publik yang beragam. Namun, ada pula yang mengkritisi segmen ini karena dianggap rawan disalahgunakan untuk menyuarakan opini sensitif tanpa kurasi yang jelas.

Di Reddit dan X, muncul spekulasi apakah pesan-pesan tersebut sudah melewati proses seleksi atau langsung ditampilkan secara otomatis oleh pihak pengelola konser Lady Gaga. Sejauh ini, belum ada pernyataan resmi dari pihak Lady Gaga mengenai apakah mereka menyetujui atau menyaring setiap pesan yang masuk.

Lady Gaga sendiri dikenal sebagai artis yang vokal dalam isu-isu sosial, dari LGBTQ+ hingga kesehatan mental. Namun dalam konflik Palestina–Israel, Gaga belum pernah secara langsung menyatakan posisinya.

Apakah momen ini akan menjadi pernyataan politik tidak langsung dari sang diva? Atau hanya representasi suara penggemarnya? Satu hal yang pasti, konser Gaga kembali menunjukkan bahwa panggung musik bisa menjadi ruang refleksi sosial—bukan sekadar hiburan.