Kiss FM Medan – Menjelang peringatan Hari Kemerdekaan, pemandangan bendera merah putih biasanya mendominasi jalanan dan rumah warga. Namun, tahun ini muncul fenomena yang mencuri perhatian: bendera One Piece—ikon bajak laut yang populer lewat anime dan manga Jepang—ramai dikibarkan di berbagai daerah.
Fenomena ini ternyata berdampak langsung pada pedagang bendera merah putih. Beberapa penjual mengaku omzet mereka menurun karena banyak pembeli yang justru mencari bendera One Piece. “Biasanya orang beli bendera merah putih menjelang Agustusan, sekarang malah tanya bendera bajak laut,” keluh salah satu pedagang.
Bendera One Piece ini menampilkan tengkorak dengan topi jerami—simbol karakter Monkey D. Luffy dan krunya. Meski secara kasat mata terlihat sebagai bagian dari tren pop culture, beberapa sumber menyebut ada makna yang lebih dalam. Bendera ini dianggap sebagian pihak sebagai bentuk perlawanan atau kritik terhadap kinerja pemerintahan, bukan sekadar atribut dekorasi atau gaya-gayaan.
Namun, fenomena ini menimbulkan pro-kontra. Sebagian masyarakat menganggapnya sebagai ekspresi kreatif dan kebebasan berpendapat. Sementara yang lain menilai bahwa momen perayaan kemerdekaan seharusnya menjadi ajang untuk mengibarkan bendera merah putih sebagai simbol persatuan nasional.
Di media sosial, foto-foto bendera One Piece yang berkibar di depan rumah atau kendaraan menjadi viral, memicu diskusi sengit. Tak sedikit yang khawatir tren ini dapat menggeser nilai-nilai tradisi peringatan kemerdekaan.
Dengan polemik yang berkembang, bendera One Piece kini menjadi lebih dari sekadar simbol bajak laut fiksi—ia menjadi bagian dari percakapan publik tentang identitas, kebebasan berekspresi, dan nasionalisme di Indonesia.














