Kiss FM Medan — Stephanie Poetri yang selama ini dikenal lewat hitsnya sendiri seperti I Love You 3000 memang sempat relatif jarang terlihat merilis lagu baru belakangan ini. Namun ternyata bukan berarti ia berhenti berkarya — justru sebaliknya, dia sedang menjalani fase baru dalam kariernya sebagai songwriter untuk musisi lain. 

Salah satu kontribusi terbaru Stephanie adalah keterlibatannya sebagai penulis lagu untuk girl group Indonesia no na dalam single mereka Superstitious. Lagu ini dirilis sebagai salah satu single utama grup yang berada di bawah label ternama 88rising, dan Stephanie tercatat sebagai salah satu penulis bersama tim kreatif lain. Ia bahkan menyatakan rasa bangganya bisa menulis untuk “adik-adik perempuan Indonesia” yang digadang-gadang punya masa depan cerah di industri musik.

@hai_online

Selain jadi penyanyi, Stephanie Poetri ternyata juga jadi produser lho! Stephanie belum lama ini memproduseri lagu remix dari No Na berjudul “Sizzle” untuk jadi anthem di M7 World Championship. Wah emang beneran multitalent ya?

♬ original sound – HAI – HAI

Selain itu, Stephanie juga ikut berperan penting dalam penulisan lagu “Menance” untuk rapper Thailand, MILLI. Dalam wawancara, MILLI mengungkapkan bahwa Stephanie bukan hanya sekadar membantu menulis, tetapi juga benar-benar mendengarkan cerita dan emosi yang ingin ia sampaikan — hingga kemudian Stephanie merangkainya dalam lirik yang kuat dan personal.

Fase ini menunjukkan sisi lain dari Stephanie sebagai musisi yang tidak hanya fokus pada lagu yang dinyanyikannya sendiri, tetapi juga membantu bentuk karya orang lain. Peran sebagai songwriter membuatnya bisa tetap berkarya, berkolaborasi, dan memengaruhi musik lintas genre dan negara. Kendati belum ada kepastian soal kapan ia akan kembali merilis single atas namanya sendiri, kontribusinya di belakang layar justru memperluas dampak kreativitasnya di industri musik Asia.

Stephanie Poetri kini membuktikan bahwa kreativitas musik tidak selalu harus terlihat di panggung — kadang justru lahir dari peran yang lebih tersembunyi, namun sama pentingnya dalam menciptakan lagu yang resonan.