Kiss FM Medan – Sony Pictures resmi mengamankan hak layar lebar untuk mengembangkan film berdasarkan Labubu, salah satu karakter paling populer dari seri “The Monsters” karya Kasing Lung. Keputusan ini langsung mencuri perhatian publik, mengingat Labubu telah berkembang dari figur blind box sederhana menjadi ikon budaya pop dengan basis kolektor yang masif. Meskipun belum ada produser, sutradara, atau tim kreatif yang ditunjuk, Sony menyatakan bahwa proyek ini direncanakan sebagai awal dari sebuah franchise film baru.
Labubu sendiri pertama kali melejit setelah Pop Mart meluncurkannya melalui sistem blind box. Mekanisme ini membuat pembeli tidak tahu karakter mana yang mereka dapatkan sampai kotaknya dibuka, menambah unsur kejutan sekaligus membuat para kolektor rela berburu hingga ke berbagai negara. Popularitas tersebut menciptakan pasar sekunder bernilai fantastis — beberapa koleksi Labubu bahkan terjual hingga ratusan juta rupiah.
Adaptasi film dari karakter seperti ini membuka banyak kemungkinan kreatif. Sony sebelumnya telah sukses menggarap berbagai film family-adventure seperti “Jumanji”, sehingga masuk akal bila mereka tertarik mengembangkan dunia The Monsters sebagai franchise multikarakter. Selain Labubu, seri ciptaan Kasing Lung juga punya karakter-karakter lain yang tak kalah menarik seperti Zimomo, Tycoco, dan Mokoko—semuanya berpotensi tampil di film mendatang.
Namun satu hal yang masih jadi tanda tanya besar adalah format filmnya. Sony belum mengonfirmasi apakah proyek ini akan digarap sebagai live-action, animasi penuh, atau hybrid. Mengadaptasi karakter seperti Labubu tentu memerlukan pendekatan visual yang sangat hati-hati, karena daya tariknya terletak pada perpaduan bentuk imut dan seram yang khas.
Terlepas dari semua ketidakpastian tersebut, satu hal jelas: film Labubu membawa potensi besar untuk menjadi salah satu adaptasi mainan paling heboh dalam beberapa tahun terakhir. Bagi penggemar dan kolektor, ini adalah momen monumental—akhirnya Labubu akan hidup di layar lebar.













