Kiss FM Medan – Superman kini bukan lagi sosok sempurna yang tak bisa disentuh. Dalam film Superman (2025) yang disutradarai oleh James Gunn, sang Man of Steel yang diperankan David Corenswet ditampilkan sebagai sosok yang lebih manusiawi—secara fisik dan emosional.
James Gunn secara terbuka menjelaskan bahwa versi Superman kali ini akan lebih sering terluka, bahkan bisa berdarah. Hal ini bukan karena ia lebih lemah, tapi karena lawan-lawannya jauh lebih tangguh, seperti Ultraman, The Engineer, dan The Hammer of Boravia.
Perubahan lainnya adalah kembalinya celana merah legendaris ala era Christopher Reeve, membawa nuansa nostalgia yang dibalut cerita yang lebih gelap dan emosional. Gunn menyebut bahwa ia memang ingin menciptakan Superman yang bisa connect dengan penonton secara emosional.
“Dia bukan Superman yang bisa memutar waktu dengan mengitari Bumi seperti dulu,” ujar Gunn. “Kali ini, kita diajak masuk ke dunia batin Superman—kerapuhannya, beban emosionalnya, dan perjuangannya sebagai pahlawan yang tetap manusia.”
Film ini bukan hanya reboot, tapi juga pembuka untuk saga baru DC Universe bertajuk Chapter One: Gods and Monsters. Selain David Corenswet, film ini juga dibintangi oleh Rachel Brosnahan sebagai Lois Lane, Nicholas Hoult sebagai Lex Luthor, serta aktor lainnya seperti Isabela Merced dan Nathan Fillion.
Dengan jadwal rilis pada 9 Juli, Superman menjadi langkah awal James Gunn membentuk DC Universe yang lebih kompleks dan mendalam. Apakah penonton siap menerima Superman yang tak lagi sempurna, tapi justru lebih relatable dan emosional?
Kita tunggu saja—karena pahlawan juga boleh rapuh.












