Kiss FM Medan – Sebagai salah satu ikon rock Jepang yang kariernya melintasi tiga dekade, Hyde tentu punya perspektif yang luas tentang bagaimana dunia musik — terutama skena rock — berubah dari waktu ke waktu. Dalam sebuah sesi wawancara, Hyde memberikan komentar menarik mengenai perbedaan rocker zaman dulu dan generasi sekarang, yang langsung jadi sorotan para penggemar.
Hyde mengatakan bahwa di masa awal kariernya, rocker hidup dengan cara yang sangat spontan. “Bener-bener hidup dari hawa nafsu,” ujarnya. Dorongan emosional, keberanian untuk melawan aturan, dan keputusan yang dilakukan tanpa banyak pertimbangan adalah bagian dari identitas anak band saat itu. Mereka mengikuti kata hati, meski kadang berakhir kacau. Namun, justru itulah yang membentuk aura “rockstar”.
Tapi menurut Hyde, hal yang relevan di masa lalu belum tentu cocok diterapkan di masa sekarang. Lingkungan musik modern menuntut para musisi untuk lebih sadar citra dan sikap mereka. Dengan kehadiran media sosial, setiap gerakan bisa direkam, dipotong, disebarkan, dan dihakimi jutaan orang dalam hitungan detik. Hal ini membuat banyak musisi sekarang memilih bersikap lebih hati-hati.
Meski begitu, Hyde menegaskan bahwa menjadi rocker tidak pernah hanya soal keliaran. Esensinya adalah kejujuran dalam berkarya dan keberanian untuk menunjukkan diri apa adanya. Energi itu mungkin berubah bentuk seiring zaman, tetapi jiwanya tetap sama.
Hyde membuktikan hal tersebut melalui perjalanan kariernya bersama L’arc En Ciel — tetap autentik, tetap berevolusi, dan tetap memiliki tempat di hati penggemar. Dan mungkin, itulah definisi rock yang sebenarnya.














