Kiss FM Medan – Hanni dari NewJeans membuat pernyataan emosional pada hari Selasa, 15 Oktober kemarin tentang perlakuan yang lebih baik terhadap artis muda di industri K-pop bernilai miliaran dolar. Dia berbagi pengalaman pribadinya sebagai korban yang mengalami aksi bullying di tempat kerja dan suasana negatif yang disebabkan oleh lingkungan bertekanan tinggi selama sidang parlemen. 

“Saya berbicara tentang perundungan yang saya hadapi selama siaran langsung dengan anggota lainnya,” katanya.

Kehadiran Hanni di parlemen Korea Selatan adalah momen langka di mana seorang bintang K-pop ternama secara terbuka membahas masalah tersebut. Dalam kesaksiannya di hadapan Komite Buruh Majelis Nasional Korea Selatan, wanita berusia 20 tahun itu bercerita tentang pengalamannya dan NewJeans bekerja di bawah ADOR, sub-label grup yang merupakan bagian dari HYBE yang juga menaungi label-label yang mendukung BTS, SEVENTEEN, LE SSERAFIM, dan banyak lagi. 

“Saya tahu itu tidak akan menyelesaikan segalanya, tetapi jika kita saling menghormati, setidaknya kita dapat menghentikan perundungan dan pelecehan di tempat kerja,” kata Hanni yang terlihat  menjadi emosional.

Kami punya satu lantai di gedung tempat kami menata rambut dan tata rias, dan saat itu saya menunggu di lorong karena rambut dan tata rias saya sudah selesai lebih dulu,” ungkap Hanni, menurut BBC, selama audit parlemen yang disiarkan di televisi. “Saya menyapa mereka semua, lalu mereka kembali sekitar lima atau 10 menit kemudian. Saat keluar, [manajer] menatap saya, menoleh ke seluruh grup, dan berkata, ‘Abaikan saja dia seolah-olah Anda tidak melihatnya.’ Saya tidak mengerti mengapa dia mengatakan hal seperti itu di lingkungan kerja.” Hanni mengatakan insiden ini bukan insiden yang berdiri sendiri, tetapi merupakan bagian dari pola yang lebih luas yang membuat dia dan rekan satu bandnya merasa tidak dihormati. Dia merinci beberapa contoh tambahan saat para eksekutif senior HYBE gagal memberi penghormatan kepadanya. “Sejak debut saya, kami sering bertemu dengan seseorang yang memiliki posisi tinggi, tetapi mereka tidak pernah menyapa saya saat saya menyapa mereka,” ungkapnya, terkadang sambil menangis, dalam kesaksiannya. “Saya paham dari pengalaman tinggal di Korea bahwa saya harus bersikap sopan kepada orang yang lebih tua dan itu bagian dari budaya — tetapi menurut saya, sebagai manusia, tidak menyapa kami adalah hal yang tidak sopan, terlepas dari status profesional kami. Ada semacam [rasa tidak hormat] yang saya rasakan di perusahaan.” Ia menambahkan bahwa insiden tersebut membuatnya “menyadari bahwa ini bukan sekadar perasaan. Saya benar-benar yakin bahwa perusahaan membenci kami.”

Salah satu momen yang menonjol adalah ketika dia secara langsung menyebut pendiri dan CEO HYBE, Bang Si Hyuk yang tidak pernah membalas sapaannya, meskipun dalam budaya Korea, saling menghormati itu penting.

Sebelumnya, NewJeans dan label mereka HYBE baru-baru ini menjadi berita utama karena laporan tentang pem-bully-an.