Kiss FM Medan  — Donasi Ariana Grande untuk Palestina kembali menjadi perbincangan hangat di media sosial. Hingga Januari 2026, penyanyi pop ternama tersebut dilaporkan telah membantu mengumpulkan lebih dari 801 ribu dolar AS atau sekitar Rp18,5 miliar untuk Palestine Children’s Relief Fund (PCRF). Pencapaian ini menegaskan besarnya pengaruh selebriti dalam mendukung isu kemanusiaan global.

Ariana Grande pertama kali mempromosikan penggalangan dana ini pada Mei 2024 dengan membagikan tautan donasi langsung melalui Instagram Story miliknya. Respons publik terjadi sangat cepat. Dalam hitungan menit setelah unggahan tersebut, PCRF melaporkan lonjakan donasi sebesar 40 ribu dolar AS. Momen viral itu kemudian berkembang menjadi advokasi jangka panjang yang berlangsung hampir dua tahun.

Selama periode tersebut, dukungan berkelanjutan dari Grande berhasil mengubah satu unggahan singkat menjadi hampir satu juta dolar AS dalam bentuk bantuan kemanusiaan. Banyak penggemar memuji konsistensinya dalam menggunakan platform besar yang ia miliki untuk membantu anak-anak Palestina yang membutuhkan layanan medis dan bantuan darurat.

Namun, keberhasilan Donasi Ariana Grande juga memicu kembali perdebatan lama di ranah online mengenai tanggung jawab tokoh publik dalam aktivisme. Dalam diskusi tersebut, komentar lawas Selena Gomez dari tahun 2016 kembali mencuat. Saat itu, Gomez pernah menulis cuitan bernada skeptis tentang aktivisme media sosial, yang kini dianggap tidak relevan oleh sebagian netizen.

Pada 2026, kritik terhadap pernyataan lama tersebut kembali ramai, terutama dengan menyoroti jumlah pengikut Instagram dan kekayaan yang dimiliki Gomez. Banyak pihak menilai, di era digital saat ini, satu unggahan dari figur publik bisa berdampak besar jika digunakan secara konsisten.

Terlepas dari perdebatan yang muncul, aksi Donasi Ariana Grande menjadi contoh nyata bagaimana pengaruh selebriti dapat berkontribusi langsung pada upaya kemanusiaan, melampaui sekadar wacana di media sosial.