Kiss FM Medan – Banjir Korea tahun ini sama parahnya dengan tahun lalu. Korea Selatan sedang mengalami curah hujan yang tinggi dalam sepekan terakhir, bahkan mengalami hujan tanpa henti selama tiga hari berturut-turut yang mengakibatkan bendungan meluap dan tanah longsor.

Tercatat ada 39 orang tewas, 34 luka-luka, 9 orang hilang dan hampir 8.000 orang mengungsi. Di antara korban, 12 kematian terjadi di sebuah terowongan di pusat kota Cheongju, di mana sekitar 16 kendaraan, termasuk sebuah bus, terendam banjir bandang pada hari Sabtu setelah tanggul sungai di dekatnya ambruk. Sembilan lainnya terluka. 

Sebelumnya Korea Selatan juga mengalami banjir parah pada 2022 lalu yang terjadi di musim panas dan di bulan yang sama dengan tahun ini.

Situs warisan budaya rusak karena hujan lebat dan banjir Korea

The Cultural Heritage Administration (CHA) mengatakan bahwa total 39 situs yang ditetapkan sebagai warisan nasional mengalami kerusakan akibat hujan lebat sejak musim monsun dimulai pada tanggal 23 Juni.

Di antara situs-situs tersebut, 19 diantaranya ditetapkan sebagai situs bersejarah dan monumen alam, sementara tempat-tempat pemandangan dan warisan budaya setempat masing-masing memiliki lima kasus. Dua harta karun dan warisan budaya terdaftar masing-masing memiliki dua kasus, dan satu harta nasional terkena dampak hujan lebat.

Berdasarkan wilayah, 12 di antaranya terletak di Provinsi Gyeongsang Utara, dan tujuh terletak di Provinsi Chungcheong Selatan dan Provinsi Jeolla Selatan.

Tidak ada WNI yang menjadi korban banjir Korea

Dikutip dari situs resmi Kementerian Luar Negeri RI, banjir dan tanah longsor yang melanda Korsel berdampak paling parah di beberapa kota di Provinsi North Gyeongsang, North Chungcheong, dan South Jeolla. Bencana itu disebabkan oleh hujan lebat yang berlangsung selama lebih dari satu minggu terakhir.

“Sampai saat ini, tidak ada laporan mengenai WNI yang menjadi korban meninggal dunia, hilang, atau dievakuasi,” kata KBRI Seoul.

KBRI Seoul juga telah mengeluarkan imbauan kepada WNI di Korsel agar meningkatkan kewaspadaan, selalu mengikuti perkembangan situasi melalui informasi resmi dari otoritas setempat dan media, serta segera menghubungi hotline KBRI Seoul jika menghadapi situasi darurat. Imbauan yang sama disampaikan melalui aplikasi Safe Travel Kemlu.