Kiss FM Medan – Gelombang solidaritas di dunia olahraga terhadap rakyat Palestina terus bertambah kuat. Aksi protes terhadap Israel terbaru datang dari tim anggar Swiss dalam Kejuaraan Anggar Eropa U-23 yang digelar di Tallinn, Estonia, pada Sabtu (26/4/2025).
Dalam momen yang penuh makna, para pemain Swiss membelakangi tim Israel selama upacara penyerahan medali. Saat lagu kebangsaan Israel dimainkan, seluruh anggota tim Swiss dengan sengaja memutar badan mereka menjauh dari podium utama — sebuah protes diam yang berbicara lebih keras daripada kata-kata.
Pada kompetisi tersebut, tim putra Israel berhasil memenangkan medali emas, Swiss meraih perak, dan Italia memperoleh perunggu. Namun perhatian dunia tertuju pada sikap berani tim Swiss, yang mengambil risiko besar dengan melakukan protes terbuka dalam ajang resmi internasional.
Aksi ini sejalan dengan meningkatnya seruan global untuk melarang Israel berpartisipasi dalam kompetisi olahraga, menyusul tuduhan kejahatan perang dan genosida terhadap rakyat Palestina. Banyak pihak membandingkan situasi ini dengan boikot terhadap Rusia di ajang olahraga internasional pasca invasi Ukraina, dan kini menuntut perlakuan serupa terhadap Israel.
Di tengah tekanan untuk menjaga “netralitas” dunia olahraga, gerakan seperti yang dilakukan tim Swiss menunjukkan bahwa bagi banyak atlet muda, nilai kemanusiaan tetap lebih utama daripada aturan yang kaku. Mereka menggunakan panggung internasional untuk menyuarakan solidaritas dan keadilan.
Dengan semakin banyaknya suara dari kalangan atlet, dunia olahraga mungkin tidak bisa lagi menutup mata. Aksi kecil seperti ini bisa jadi pemicu gelombang perubahan yang lebih besar di masa depan.













