Kiss FM Medan – Swag resmi dirilis sebagai album baru Justin Bieber dan ini menjadi album kejutan pada awal Juli 2025. Namun, alih-alih banjir pujian, album ini justru menuai kritik pedas dari sejumlah media musik ternama.
Salah satu yang paling tajam datang dari The Independent, melalui kritik Adam White. Ia memberi rating hanya 2 dari 5 bintang dan menyebut album ini sebagai “konfirmasi kemalasan artistik” dari Bieber. White juga menyatakan bahwa album ini terasa seperti potret pria yang terjebak antara ego, spiritualitas, dan krisis identitas.
The Guardian juga ikut melontarkan kritik. Meski mengakui ada beberapa momen bagus secara musikal, mereka menyebut segmen spoken-word seperti “Therapy Session” terlalu pendek, membingungkan, dan kurang relevan.
Sementara itu, The Telegraph menyebut album baru Justin Bieber ini sebagai “jeritan minta tolong tanpa filter”—bukan album comeback yang solid dari seorang superstar pop. Mereka merasa album ini terlalu emosional tanpa fondasi lirik yang kuat.
Di Indonesia, Liputan6.com juga mengulas Swag dengan cukup kritis. Mereka menyebut bahwa liriknya terdengar klise, terlalu personal, dan tidak memberikan kedalaman baru dalam perjalanan musik Justin Bieber.
Meski secara produksi musik album ini rapi dan penuh nuansa R&B klasik, namun banyak yang menilai bahwa kontennya lebih menyerupai sesi curhat pribadi daripada karya musikal matang. Bieber seolah sedang membuka isi hatinya—tapi tanpa struktur atau narasi yang jelas.
Album ini memang menunjukkan sisi rapuh dan jujur dari Justin, namun sebagian kritikus merasa kejujuran saja tidak cukup. Sebuah album tetap harus punya arah, cerita, dan kekuatan musikal yang bisa menyentuh pendengarnya.
Apakah Bieber terlalu berani jujur, atau justru belum siap comeback?
Penilaian akhirnya tetap di tangan pendengar.













