Kiss FM Medan – Album baru Ed Sheeran resmi menutup era “Mathematics” yang sudah melekat selama bertahun-tahun dalam kariernya. Era tersebut ditandai oleh deretan album bertema simbol matematika: Plus (+), Divide (÷), Multiply (×), Subtract (−), dan Equals (=). 

Tanggal 12 September 2025, Sheeran merilis album ke delapannya yang berjudul Play, sebagai bagian dari fase tema baru. Álbum ini menjadi pembuka dari rangkaian tema yang akan mengikuti: Pause, Fast Forward, Rewind, dan Stop.

“Play” tidak hanya menandai perubahan tema, tapi juga gaya bermusik. Ada kolaborasi internasional, pemakaian bahasa atau elemen budaya di luar Inggris, dan produksi yang menggabungkan unsur elektronik/pop dengan suara-suara baru yang sebelumnya jarang muncul di era Matematika-nya.
Beberapa lagu yang sudah dirilis sebagai single: Azizam, Old Phone, Sapphire, A Little More, dan Camera. Track-track ini sudah memperlihatkan keinginan Sheeran untuk bereksperimen dan mengeksplorasi tema-tema baru, bukan hanya cinta atau patah-hati seperti yang sering muncul di era sebelumnya.

Selain album, tur +−=÷× (Mathematics Tour) juga resmi akan selesai di 2025, menandai akhir dari sebuah bab musikal dalam karier Sheeran.
Dengan album “Play”, fans juga menantikan pertunjukan baru dan kemungkinan style konser yang berbeda.

Perubahan tema bukan sekadar soal simbol: ini juga menggambarkan evolusi artistiknya—dari masa-masa penuh refleksi pribadi, emosi mendalam, ke fase yang mungkin lebih bersifat celebratory, eksploratif, dan luas dalam jangkauan budaya serta sonik. Ed Sheeran tampaknya nggak mau nyaman di satu zona aja.

Untuk para pendengar, “Play” bukan cuma album baru Ed Sheeran, tapi simbol perjalanan baru. Era matematika boleh selesai, tapi warisannya—lagu-lagu yang sudah jadi soundtrack hidup banyak orang—tetap hidup. Sekarang waktunya menikmati bab baru dari Ed Sheeran: dengan musik yang familiar tapi juga segar dan penuh kejutan.