Kiss FM Medan – Adele memang bukan sekadar penyanyi dengan suara yang memukau. Di balik lagu-lagu hits yang penuh emosi, ia punya prinsip kuat soal bagaimana musik harus diapresiasi. Dalam salah satu pernyataannya yang paling diingat publik, Adele menegaskan, “Saya tidak membuat musik untuk mata, tetapi untuk telinga.”
Pernyataan ini bukan tanpa alasan. Industri musik, terutama untuk artis perempuan, kerap memberikan tekanan besar untuk memenuhi standar kecantikan atau tampil seksi demi menarik perhatian. Adele secara tegas menolak hal tersebut. Ia ingin pendengar fokus pada pesan dan kualitas lagunya, bukan pada penampilannya di atas panggung.
Bahkan, Adele pernah mengatakan bahwa dirinya tidak akan pernah tampil mengenakan bikini untuk hiburan semata. Baginya, itu bukan bagian dari identitas seninya. Keputusan ini sekaligus menjadi bentuk kritik terhadap seksualisasi yang sering terjadi pada musisi perempuan.
Tak hanya itu, Adele juga dikenal sebagai salah satu figur publik yang mendukung gerakan body positivity. Ia terbuka soal perjalanan pribadinya dalam menerima tubuhnya, dan mendorong orang lain untuk merasa nyaman dengan bentuk tubuh mereka sendiri, tanpa terjebak dalam standar yang dibuat media.
Dengan sikapnya ini, Adele bukan hanya memberi inspirasi kepada penggemar, tapi juga mengirim pesan kuat untuk seluruh industri: bakat dan karya seharusnya menjadi sorotan utama.
Di era ketika visual sering kali mendominasi popularitas seorang artis, langkah Adele membuktikan bahwa suara dan integritas masih punya tempat penting. Sebuah pengingat bahwa musik sejatinya adalah seni untuk didengar — dan Adele tahu persis bagaimana menjaganya tetap murni.














