Kiss FM Medan — Cancel culture Cha Eun-woo mencuat setelah aktor sekaligus anggota ASTRO itu dikaitkan dengan dugaan penggelapan pajak senilai sekitar 20 miliar won. Kasus ini terungkap usai otoritas pajak Korea Selatan melakukan audit terhadap pengelolaan keuangan yang disebut berkaitan dengan perusahaan keluarga sang artis. Hingga kini, proses pemeriksaan masih berjalan dan belum ada putusan hukum final.
Isu Sensitif di Korea Selatan
Di Korea Selatan, pelanggaran pajak merupakan isu yang sangat sensitif, terutama bagi figur publik. Pajak dianggap sebagai bentuk tanggung jawab moral dan sosial. Karena itu, meskipun Cha Eun-woo belum dinyatakan bersalah, reaksi publik terlanjur keras dan cepat menyebar di media sosial.
Brand Mulai Menarik Diri
Dampak cancel culture Cha Eun-woo terlihat jelas dari respons dunia industri. Sejumlah brand besar dilaporkan menarik, menyembunyikan, atau menghentikan sementara iklan yang menampilkan Cha Eun-woo. Langkah ini menunjukkan bagaimana tekanan publik di Korea Selatan bisa langsung mempengaruhi kontrak komersial, bahkan sebelum proses hukum selesai.
Permintaan Maaf dan Sikap Kooperatif
Menanggapi polemik tersebut, Cha Eun-woo menyampaikan permintaan maaf secara terbuka kepada publik. Ia mengakui telah mengecewakan banyak pihak dan menyatakan siap bekerja sama dengan otoritas pajak. Ia juga membantah spekulasi bahwa jadwal wajib militernya berkaitan dengan upaya menghindari kasus pajak.
Perdebatan soal Cancel Culture Cha Eun Woo
Kasus cancel culture Cha Eun-woo kembali memicu perdebatan publik. Di satu sisi, masyarakat menuntut akuntabilitas penuh dari figur publik. Namun di sisi lain, muncul pertanyaan apakah tekanan sosial dan penarikan dukungan brand sebelum ada vonis resmi merupakan bentuk penghukuman dini.
Kini, masa depan reputasi Cha Eun-woo sangat bergantung pada hasil investigasi resmi serta bagaimana publik Korea menilai langkah dan tanggung jawabnya ke depan.













