Kiss FM Medan  — Sebuah studi yang dilakukan oleh Pebble Grey mengungkap kebiasaan unik namun cukup umum di kalangan pria. Dari lebih dari 1.000 responden, rata-rata pria diketahui menghabiskan sekitar tujuh jam per tahun di kamar mandi bukan karena kebutuhan biologis, melainkan untuk mencari ketenangan dari hiruk pikuk rumah tangga.

Penelitian ini menunjukkan bahwa kamar mandi sering dijadikan tempat “bersembunyi” sementara dari kebisingan, tanggung jawab rumah, hingga tuntutan keluarga. Bagi banyak pria, momen tersebut menjadi satu-satunya waktu untuk benar-benar sendiri, tanpa gangguan suara anak, pekerjaan rumah, atau tekanan emosional lain.

Sekitar sepertiga responden mengaku kamar mandi adalah tempat pertama yang mereka tuju saat merasa kewalahan, terlalu terstimulasi, atau sekadar membutuhkan jarak dari rutinitas sehari-hari. Kondisi ini mencerminkan terbatasnya ruang pribadi di rumah, sehingga seseorang mencari kesendirian di tempat yang secara sosial masih bisa diterima.

Lebih jauh, studi ini juga menyoroti betapa pentingnya momen tersebut bagi kesehatan mental. Sekitar 25 persen responden mengatakan mereka tidak yakin bisa bertahan tanpa waktu singkat untuk menarik diri, sementara 23 persen secara terbuka menyebut kamar mandi sebagai “safe space” pribadi mereka. Hal ini menegaskan bahwa kebutuhan akan privasi dan pemulihan mental bukan sekadar keinginan, melainkan mekanisme bertahan hidup.

Secara keseluruhan, temuan ini menunjukkan bahwa kamar mandi kerap berfungsi sebagai tempat perlindungan psikologis. Bukan tanda kemalasan atau penghindaran, kebiasaan ini justru mencerminkan kebutuhan yang belum terpenuhi akan istirahat mental, batasan pribadi, dan ruang hening dalam kehidupan keluarga modern.