Kiss FM Medan  — Pemerintah Tiongkok resmi mengambil langkah tegas terhadap tren cerita populer di industri hiburan. Berdasarkan laporan Global Times, drama pendek bertema CEO kaya jatuh cinta atau menikahi gadis miskin kini dilarang untuk diproduksi dan diedarkan. Kebijakan ini menyasar maraknya Drama China berformat serial singkat yang dinilai memberi gambaran keliru tentang dunia usaha dan kesuksesan.

Menurut otoritas setempat, narasi semacam ini terlalu sering menampilkan pengusaha sebagai sosok serba sempurna dengan kekayaan instan, kekuasaan absolut, dan kehidupan glamor. Pola cerita tersebut dianggap tidak realistis dan berpotensi membentuk persepsi publik yang salah, terutama di kalangan anak muda. Pemerintah menilai glorifikasi gaya hidup hedonis dan keberhasilan tanpa proses dapat mengaburkan nilai kerja keras serta etika profesional.

Selain isi cerita, pemerintah juga menyoroti penggunaan judul sensasional seperti “CEO mendominasi” atau “bos super kaya jatuh cinta.” Judul-judul tersebut dinilai mengejar klik semata tanpa mempertimbangkan dampak sosial. Karena itu, kreator diminta lebih berhati-hati dalam memilih tema dan pendekatan naratif.

Ke depan, industri Drama China diarahkan untuk menghadirkan cerita yang lebih realistis dan membumi. Kreator didorong mengangkat kisah wirausaha dari sudut pandang proses, perjuangan, kegagalan, dan kerja keras, bukan sekadar hasil akhir berupa kekayaan dan kekuasaan. Pemerintah juga menekankan pentingnya peningkatan kualitas produksi, baik dari sisi penulisan naskah maupun nilai artistik.

Kebijakan ini menjadi sinyal kuat bahwa otoritas Tiongkok ingin industri hiburan berperan aktif dalam membentuk nilai sosial yang sehat. Dengan pembatasan ini, diharapkan drama yang lahir ke depan tidak hanya menghibur, tetapi juga memberi gambaran realistis tentang kehidupan, kerja, dan kesuksesan.