Kiss FM Medan – Sebuah keputusan pengadilan tenaga kerja di Inggris baru-baru ini menarik perhatian dunia: memanggil “pria botak” (bald) kini dapat dikategorikan sebagai bentuk pelecehan seksual.
Kasus ini bermula ketika seorang tukang listrik bernama Tony Finn melaporkan supervisornya karena menghinanya dengan sebutan “bald” atau “pria botak” saat terjadi perselisihan di tempat kerja. Employment Tribunal kemudian memutuskan bahwa istilah tersebut termasuk dalam pelecehan terkait jenis kelamin, karena kebotakan jauh lebih sering dialami oleh pria daripada wanita. Dengan kata lain, komentar itu dianggap memiliki keterkaitan langsung dengan jenis kelamin seseorang.
Landasan hukum yang digunakan adalah Equality Act 2010, yang mendefinisikan pelecehan sebagai perilaku tidak diinginkan terkait karakteristik tertentu, termasuk jenis kelamin, yang bisa melanggar martabat seseorang atau menciptakan lingkungan kerja yang menakutkan dan merendahkan.
Keputusan ini menimbulkan perdebatan luas. Di satu sisi, banyak yang menganggap ini langkah maju untuk menjaga profesionalitas serta memberikan perlindungan lebih bagi pekerja dari ejekan yang merugikan. Kata-kata yang sekilas tampak “sepele” ternyata bisa berdampak besar terhadap psikologis korban, apalagi bila diucapkan dalam konteks merendahkan.
Namun, tak sedikit juga yang mengkritik keputusan ini. Menurut mereka, garis batas antara bercanda, olokan ringan, dan pelecehan menjadi semakin kabur. Kekhawatiran muncul bahwa hal ini dapat menciptakan “efek dingin” di tempat kerja, di mana orang menjadi terlalu takut berbicara karena bisa dianggap melecehkan.
Kasus unik ini sekaligus menyoroti betapa pentingnya budaya komunikasi yang sehat di lingkungan kerja. Meski konteks bercanda bisa berbeda-beda, menghormati rekan kerja tetap menjadi prioritas. Apa yang dianggap “normal” di satu budaya, bisa jadi masalah serius di tempat lain.
Pada akhirnya, keputusan pengadilan ini bukan sekadar tentang kata “pria botak”, melainkan tentang bagaimana perusahaan dan individu menjaga batasan profesional dalam berinteraksi. Sebuah pengingat sederhana: kata-kata punya bobot, jadi gunakanlah dengan bijak.















