Kiss FM Medan – Salah satu jaringan streaming acara olahraga ilegal terbesar di dunia, Streameast, resmi ditutup setelah operasi internasional besar-besaran yang digelar pada 2025. Penutupan ini menandai berakhirnya salah satu situs paling populer di kalangan penggemar olahraga yang selama bertahun-tahun mengandalkan layanan gratisan tersebut.
Menurut laporan resmi, Alliance for Creativity and Entertainment (ACE) bekerja sama dengan otoritas Mesir untuk membongkar jaringan Streameast. Dalam operasi tersebut, dua orang tersangka ditangkap. Data menunjukkan, dalam kurun waktu satu tahun terakhir, Streameast berhasil mengumpulkan lebih dari 1,6 miliar kunjungan melalui 80 domain yang tersebar di berbagai negara.
Sebelum langkah tegas ini, pemerintah Amerika Serikat melalui Homeland Security sebenarnya sudah menyita sejumlah domain Streameast pada Agustus 2024. Namun, situs tersebut selalu kembali muncul dengan mirror baru, sehingga masih dapat diakses oleh pengguna di seluruh dunia.
Barulah pada 2025, upaya terkoordinasi secara global akhirnya menutup seluruh jaringan Streameast. Penutupan ini dianggap sebagai salah satu kemenangan besar dalam perang melawan pembajakan digital, terutama di sektor acara olahraga yang nilai hak siarnya sangat tinggi.
Meski begitu, penutupan Streameast sekaligus membuka pertanyaan baru: apakah ini benar-benar akhir dari streaming ilegal berskala global, atau justru akan melahirkan situs bayangan lain yang mencoba menggantikan posisinya?
Di sisi lain, penegakan hukum ini juga menjadi dorongan bagi industri hiburan untuk terus mengedukasi publik tentang pentingnya mendukung platform resmi. Dengan semakin berkembangnya layanan streaming legal yang menawarkan kualitas lebih stabil, pilihan konten beragam, serta keamanan terjamin, masyarakat diharapkan mulai beralih dari situs ilegal.
Kasus Streameast ini menjadi pengingat bahwa meskipun situs ilegal bisa populer, pada akhirnya keberlangsungan mereka tidak akan bertahan lama di hadapan kerja sama internasional yang solid.












