Kiss FM Medan – Kasus penjarahan rumah Uya Kuya masih menyisakan cerita pilu, terutama bagi hewan-hewan peliharaan yang ikut terdampak. Selain barang-barang, kucing-kucing Uya Kuya pun terkena imbasnya. Beberapa diambil massa, sebagian dilepas begitu saja. Di tengah kehebohan ini, nama Sherina Munaf muncul sebagai sosok penyelamat.
Sherina bersama rekannya, Indira Diandra, berkoordinasi dengan relawan penyelamat hewan untuk mengevakuasi salah satu kucing Uya Kuya. Kucing tersebut dijemput pada pagi hari dan langsung dibawa ke tempat aman. Kini, hewan malang itu sementara berada di bawah asuhan Sherina sebagai foster.
Kondisinya sungguh memprihatinkan. Menurut pemeriksaan dokter hewan, kucing tersebut sangat kurus, bulunya kusam, matanya kotor, dan penuh kutu. Berat badannya hanya sekitar 1 kilogram, padahal usianya sudah 8–9 bulan. Berat idealnya seharusnya jauh di atas itu. Hal ini menimbulkan pertanyaan serius tentang bagaimana perawatan kucing-kucing tersebut sebelum insiden terjadi.
Sherina tak hanya menolong, tapi juga menyuarakan pesan penting. Ia mengingatkan masyarakat untuk lebih bijak dalam memelihara hewan. “Adopt, don’t shop,” ujarnya, menegaskan bahwa adopsi jauh lebih bermakna dibanding membeli hewan untuk breeding. Ia juga menekankan pentingnya sterilisasi agar jumlah hewan terlantar tidak semakin banyak.
Lebih lanjut, Sherina mengajak orang untuk berpikir ulang sebelum memutuskan memelihara hewan. Jika tidak mampu memberi perawatan layak, lebih baik tidak memeliharanya sama sekali. Karena bagi hewan, rumah bukan sekadar tempat, melainkan juga jaminan hidup sehat dan penuh kasih.
Tindakan Sherina ini menuai banyak pujian dari publik. Ia membuktikan bahwa kepedulian tak melulu soal manusia, tapi juga makhluk hidup lain yang seringkali tak bersuara. Semoga langkah kecil ini bisa menjadi pengingat bahwa setiap nyawa berharga, termasuk nyawa seekor kucing.













