Kiss FM Medan – Kabar mengejutkan datang dari dunia hiburan Tanah Air. Duo elektronik asal Inggris, HONNE, dipastikan batal menggelar konsernya di Medan pada 2 Agustus 2025 mendatang. Keputusan ini diumumkan langsung oleh pihak promotor melalui media sosial pada Selasa malam, dengan alasan “situasi yang tidak memungkinkan”.

Namun, sejumlah sumber menyebut bahwa alasan utama pembatalan ini berkaitan dengan tekanan dari kelompok masyarakat yang menyoroti sikap pro-LGBT dari HONNE. Isu tersebut memicu protes dari sebagian pihak yang menilai kehadiran HONNE tidak sesuai dengan nilai-nilai lokal.

Pembatalan ini tentu menimbulkan reaksi beragam. Banyak penggemar mengungkapkan kekecewaan, apalagi mengingat konser ini adalah bagian dari tur Asia HONNE yang sangat ditunggu-tunggu. Sebagian bahkan sudah membeli tiket, memesan penginapan, dan merencanakan perjalanan jauh-jauh hari.

“Sedih banget. Musik mereka tuh healing banget buatku. Kenapa harus dicampur aduk sama isu lain?” tulis salah satu netizen.

Pihak promotor menyatakan bahwa pembatalan ini bukan permintaan dari pihak artis, melainkan langkah yang diambil untuk menghindari potensi konflik di lapangan. Meski begitu, hingga kini HONNE belum mengeluarkan pernyataan resmi.

Kasus ini menambah deretan contoh bagaimana isu sosial dan identitas bisa mempengaruhi ruang seni dan hiburan. Di satu sisi, masyarakat punya hak mempertahankan nilai budaya. Di sisi lain, ekspresi artistik juga menjadi bagian penting dari keberagaman global.

Kapan lagi Medan bisa kedatangan musisi internasional sekelas HONNE?
Semoga kejadian ini jadi bahan refleksi bersama.