Kiss FM Medan – Amerika Serikat mengambil langkah besar dengan menghentikan produksi koin 1 sen (penny) mulai awal 2026. Bukan karena kena efek trauma dari film Box Office Final Destination: Bloodlines ya tapi karena keputusan ini diambil karena biaya mencetak penny jauh melebihi nilainya—sekitar 3,8 sen untuk mencetak koin bernilai 1 sen. Pemerintah berharap bisa menghemat sekitar $56 juta per tahun dengan keputusan ini.
Selain alasan ekonomi, ada juga unsur kenyamanan: transaksi tunai nantinya akan dibulatkan ke 5 sen terdekat, mirip kebijakan yang sudah lama diterapkan di Kanada.
Lucunya, netizen sempat ramai membahas kabar ini dengan menyelipkan candaan soal film Final Destination: Bloodlines. Dalam film itu, ada adegan yang cukup mengganggu yang melibatkan koin—dan banyak yang berseloroh bahwa Amerika kapok ngasih koin karena “trauma” dari situ. Tapi tentu saja, itu cuma humor internet semata.
Koin 1 sen pertama kali dicetak pada tahun 1793 dan menjadi salah satu simbol klasik uang Amerika. Tapi di era serba digital dan nontunai seperti sekarang, eksistensinya dianggap tidak lagi relevan.
Dengan lebih dari 114 miliar penny masih beredar, pemerintah akan melakukan transisi secara bertahap agar tidak mengganggu sistem ekonomi. Langkah ini dinilai sebagai bagian dari modernisasi sistem keuangan dan penghematan jangka panjang.
Jadi meski tanpa “kutukan koin”, sepertinya sudah waktunya kita bilang: terima kasih dan selamat jalan, penny!















