Kiss FM Medan – Gelombang PHK masih menghantui berbagai sektor industri, termasuk dunia teknologi dan media. Kabar terbaru datang dari Google, yang kembali memangkas sekitar 200 karyawan di unit penjualan dan kemitraannya secara global.

Perusahaan menyatakan bahwa langkah ini diambil untuk memperkuat kolaborasi tim dan meningkatkan efisiensi layanan kepada pelanggan. Fokus utama Google saat ini adalah pengembangan kecerdasan buatan (AI) dan pusat data—dua hal yang dianggap sebagai inti masa depan bisnis teknologi.

Namun, ini bukan kali pertama. Sebelumnya, Google juga telah melakukan PHK di unit Android, Pixel, dan Chrome. Bahkan, sejak awal 2023, induk perusahaannya, Alphabet, sudah memangkas lebih dari 12.000 posisi.

Fenomena serupa juga terjadi di perusahaan teknologi besar lainnya. Meta, Microsoft, Amazon, dan Apple juga memangkas jumlah karyawannya, sebagian besar demi mengalokasikan dana dan fokus ke pengembangan AI.

Yang mengejutkan, tren ini juga merembet ke industri media di Indonesia. Beberapa stasiun TV nasional dilaporkan melakukan PHK massal dalam beberapa bulan terakhir, seiring penyesuaian model bisnis dan pergeseran konsumsi media ke platform digital.

Hal ini menunjukkan bahwa perubahan digital bukan cuma memengaruhi cara kita bekerja, tapi juga siapa saja yang bisa bertahan di dalamnya. AI dan teknologi memang membuka peluang baru, tapi di sisi lain juga memaksa banyak orang untuk adaptasi—atau terpinggirkan.

Di tengah semua ini, penting banget untuk tetap mengutamakan sisi kemanusiaan dan keberlanjutan kerja. Karena secanggih apapun sistemnya, kita tetap butuh manusia yang memegang kendali.

Semoga transisi ini bisa diiringi solusi jangka panjang buat para pekerja terdampak. ✨