Kiss FM Medan – Sebelumnya dikabarkan ada 11 orang pendaki tewas korban dari erupsi gunung Marapi, Sumatera Barat pada 3 Desember 2023 lalu.

Menurut data tim SAR, ada 75 penyintas yang harus dievakuasi, sudah ada 63 orang yang berhasil dievakuasi, dengan keterangan 11 pendaki meninggal dunia dan 52 orang yang selamat sudah kembali ke rumah  masing-masing, sementara lainnya ada yang dirawat di RS Kota Bukittinggi dan Kota Padang Panjang.

Hingga hari ini masih ada 12 pendaki yang dinyatakan hilang dan belum ditemukan.

Kronologi erupsi gunung Marapi menurut korban selamat

Salah seorang korban selamat bernama Afif pria asal Riau, menceritakan kalau dirinya adalah salah satu dari 75 pendaki lain yang ketika itu ada di kawasan Gunung Marapi.

Ketika momen erupsi itu, Afif tengah mendaki bersama dua temannya. 

Mereka naik gunung sejak pukul 11.00 WIB di hari Minggu dengan cuaca yang masih aman. 

“Kami naik Gunung Marapi hari Minggu jam 11.00 WIB, waktu itu situasi masih aman dan lancar, cuaca cerah,” tuturnya.

Namun di jam 15.00 ketika pendakian sudah jauh, Afif dan temanya mendengar suara gemuruh kencang membuat tanah bergetar.

Tak selang lama, batu berguguran dari atas gunung seperti hujan. 

“Seperti suara pesawat tempur lewat. Enggak lama setelah itu ada hujan batu,” katanya.

Saat batu-batu itu jatuh mereka lari ke semacam jalan tikus dengan banyak pepohonan, berlindung di sana. 

Menurut pengakuan, gemuruh dan hujan batu berlangsung setidaknya sepuluh menit.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here