Kiss FM Medan – Tragedi pengeboman Bali yang terjadi pada 12 Oktober 2002 yang menewaskan 203 korban jiwa dan 209 orang luka-luka atau cedera, kebanyakan korban merupakan wisatawan asing yang sedang berkunjung ke Indonesia dan berlibur di Bali.

Selang 20 tahun lamanya, tragedi terorisme terparah di Indonesia ini dipilih untuk diangkat menjadi series berjudul Bali “2002” oleh platform nonton dari Australia, @stanaustralia dan sudah dirilis pada akhir 25 September 2022 lalu.

Series tragedi pengeboman Bali ini dibintangi oleh Claudia Jessie, Sean Keenan dan juga orang Indonesia, Sri Ayu Jati Kartika. Peter Andrikidis dan Katrina Irawati Graham menyutradarai serial ini, dan Kerrie Mainwaring dari Screentime sebagai produser.

Sri Ayu Jati Kartika sebagai Ni Luh Erniati

Sedangkan pemeran sang teroris yang juga cukup terkenal di Indonesia sebagai Amrozi diperankan oleh Raihan Prabowo. Amrozi asli sendiri sudah meninggal pada 2008 setelah menjalani hukuman mati di Nusa Kambangan.

Jurnalis The Guardian melabeli series 4 episode ini sebagai series yang terlalu realistik tapi juga tidak terlalu realistik. (Baca di sini reviewnya). Menurut jurnalis tersebut “Bali 2002” produksi Stan terasa seperti simulasi peristiwa sejarah yang sangat longgar, bercita-cita sebagai film yang ingin menjadi simulasi realsitik dramatis yang menggigit kuku (seperti di Hotel Mumbai) dan katarsis yang diambil dari penyelidikan polisi skala besar yang sukses (seperti di The Stranger), tetapi sayangnya cuma singkat saja.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here