Kiss FM Medan – Dunia sepak bola Indonesia sedang berduka atas meninggalnya Kiper kebanggaan Persela Lamongan, Choirul Huda dalam menunaikan tugasnya sebagai kiper di laga kontra Semen Padang di Stadion Surajaya, Jawa timur.

Choirul Huda dinyatakan meninggal dunia setelah bertabrakan dengan rekan setimnya Ramon Rodriguez ketika sedang fokus mengamankan gawang dari ancaman lawan, Marcel Sacramento. Tendangan Ramon menghalau serangan Marcel malah mengenai dada Huda. Huda kemudian jatuh pingsan, namun pengakuan tim medis Huda sempat bergerak dan mengeluh dadanya sakit. Kiper berusia 38 tahun itu kemudian dilarikan ke rumah sakit setelah mendapatkan pertolongan dengan alat bantu oksigen.

Namun pernyataan dari Dokter Spesialis Anastesi, dr. Yudistira mengejutkan tim dan fans sebab Huda dinyatakan sudah meninggal dunia setelah satu jam mendapatkan pompa jantung dan otak. Berbagai dugaan mengenai penyebab kematian Huda mewarnai kepergiannya mulai dari dinyatakan hypoxia dan dugaan lainnya.

Huda ternyata memberikan petunjuk bahwa laga Persela kontra Semen Padang adalah pertandingan terakhir untuknya. Beberapa rekan sempat mengaku ia meminta hal-hal yang tidak biasa. Bek Samsul Arifin menyatakan Huda sempat meminta kaus kaki baru dan seragam baru pada Toni, bagian perlengkapan di Persela. Huda juga meminta dibelikan jus alpukat semalam menjelang pertandingan yang mengakhiri nyawanya itu padahal menurut pengakuan Ahmad Birrul Walidain, Huda selalu minta dibelikan nasi goreng. Hanya malam itu saja permintaannya yang berbeda.

Kepergian Huda memberi awan mendung dalam dunia sepak bola Indonesia. Keganasan seperti ini ternyata tak hanya diterima Choirul Huda saja, beberapa pesepak bola tanah air juga turut menjadi korban. Sejak tahun 2000 ada tiga nama yang juga mengalami hal sama seperti Huda. pemain Persebaya Surabaya, Eri Irianto meregang nyawa ketika membela timnya menghadapi PSIM Yogyakarta di Stadion Gelora 10 Nopember pada 3 April 2000. Eri dinyatakan meninggal dunia karena serangan jantung.

Pemain PKT Bontang, Jumadi Abdi meregang nyawa ketika laga kontra Persela Lamongan di Stadion Mulawarman, pada 7 Maret 2009 karena mengalami pendarahan organ dalam setelah mendapat tendangan dari Denny Tarkas dari tim lawan.

Dan pesepak bola yang terakhir adalah Akli Fairuz dari Persiraja Banda Aceh ketika berhadapan dengan PSAP Sigli pada 10 Mei 2014. Apa yang dialami Akli sama persis dengan Jumadi Abdi. organ dalam Akli mengalami pendarahan setelah mendapat tendangan dari lawan.

Kemudian Choirul Huda lah pesepak bola terakhir yang akhirnya menjadi korban dari keganasan sepak bola tanah air. Kami sebagai fans, rekan juga masyarakat Indonesia berharap hal yang serupa tidak terjadi lagi di kemudian hari.

Selamat jalan Choirul Huda. Semoga amal ibadahmu diterima oleh Tuhan yang Maha Esa.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here