Kiss FM Medan — Nama girlgroup Indonesia No Na mendadak ramai dibahas di media sosial setelah musik video terbaru mereka menuai komentar pedas dari K-netz. MV untuk lagu Shoot menampilkan latar hamparan sawah hijau, tapi justru dianggap “murahan” oleh sebagian netizen Korea karena dinilai seperti tidak menyewa set studio profesional.
Komentar itu langsung memicu perdebatan panjang. Banyak warganet Indonesia hingga Asia Tenggara merasa sindiran tersebut meremehkan konsep yang sebenarnya punya makna budaya. Pasalnya, latar sawah bukan soal budget minim, melainkan bagian dari ide kreatif untuk memperkenalkan alam dan identitas lokal Indonesia.
Kalau dilihat dari sisi konsep, pemilihan lokasi outdoor justru memberi nuansa segar dan autentik. Hamparan hijau, cahaya alami, dan suasana pedesaan bikin visual MV terasa hangat dan berbeda dari set studio biasa. Bahkan di industri K-pop sendiri, banyak idol yang syuting di pantai, gurun, hutan, atau pedesaan demi estetika natural. Jadi kritik soal “nggak punya dana” terasa kurang relevan.
Peristiwa ini akhirnya berkembang jadi “perang komentar” lintas negara. Fans membela No Na habis-habisan, menilai karya mereka patut diapresiasi karena berani mengangkat budaya sendiri, bukan sekadar mengikuti tren set mewah.
Intinya, ini bukan cuma soal lokasi syuting, tapi soal perspektif. Apa yang dianggap sederhana oleh sebagian orang, bisa jadi justru kekuatan visual dan identitas bagi yang lain. Buat No Na, sawah bukan keterbatasan — tapi ciri khas.
MV SHOOT dari No Na yang dirujak KNetz











