Kiss FM Medan – Seorang nakes di Jepang yang mengaku kelelahan secara fisik dan mental ini tega menyuntikan cairan detergen ke dalam infus pasiennya. Kita pasti sangat bergantung sama perawatan seorang tenaga kesehatan (nakes) ketika terbaring sakit di rumah sakit. Apapun yang nakes lakukan pasti kita percaya demi kesembuhan.

Karena tindakannya itu, satu-persatu pasien di bangsalnya meninggal. Nakes bernama Ayumi Kuboki terbukti merancang pembunuhan pasiennya sendiri di bangsal yang dia jaga pada 2016 itu kini dijerat penjara seumur hidup.

Seperti dilaporkan Kyodo News, tiga pasien di usia antara 78-88 tahun meninggal dunia karena teracuni cairan detergen. Hukuman penjara seumur hidup dipilih hakim Ketua Kazunori Karei karena Kuboki menyesali tindakannya selama persidangan sehingga tidak dijerat dengan hukuman mati.

Walaupun tindakan Kuboki tidak dibenarkan tapi nakes di Jepang memang semakin nggak bisa mengimbangi masyarakat negeri itu yang semakin menuai dalam jumlah banyak dan masyarakat meminta pemerintah untuk lebih serius dalam menangani problem kelelahan mental para nakes. Bahkan alasan Kuboki meracuni pasiennya agar dia bisa sedikit bernafas dan tidak merawat lansia sepanjang hari dibangsalnya.

Kuboki sempat diperiksa tim psikiater, untuk menentukan apakah dia bisa diadili. Tim ahli menyatakan bekas perawat itu kemungkinan mengidap depresi, tapi cukup sadar atas tindakannya sehingga persidangan dilanjutkan dan hukuman dijatuhkan untuk Kuboki.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here