Kiss FM Medan – Salah satu aturan terbaru yang dirilis polisi adalah larangan penggunaan sandal jepit saat mengendarai motor. 

Meskipun terlihat sepele, tapi menurut Kakorlantas Polri Irjen Pol Firman Shantyabudi mengatakan bahwa penggunaan alas kaki seadanya seperti sandal jepit ketika berkendara tidak memberikan perlindungan maksimal bagi kaki pengendara bahkan mengundang kecelakaan fatal.

“Karena kalau sudah pakai motor, kulit itu bersentuhan langsung dengan aspal, ada api, ada bensin, ada kecepatan, makin cepat makin tidak terlindungi kita, itulah fatalitas.”

“Kalau dibilang sepatu mahal, baju pelindung mahal, ya lebih mahal mana dengan nyawa kita?,” kata Firman.

Aturan terbaru ini diresmikan mulai 15 Juni 2022 bersamaan dengan operasi Patuh Jaya yang digelar 14-16 Juni 2022.

Enggak cuma berbahaya, polisi bakal menindak bagi pemotor yang masih nekat pakai sandal jepit saat mengendarai motor.

Menurutnya, imbauan itu bertujuan meminimalisir risiko yang dialami pengendara motor apabila terjadi kecelakaan.

Pihaknya akan bertindak, dengan cara menegur pemotor yang masih pakai sandal jepit selama Operasi Patuh Jaya 2022.

“Tidak ada aturan yang mewajibkan pemakaian sepatu, tetapi juga tidak ada larangan pakai sandal. Hanya soal kesadaran untuk meminimalisir risiko saja,” ujar Edo Rusyanto selaku pakar keselamatan berkendara (safety riding).

Edo juga pernah mengatakan, berkendara motor pakai sepatu atau alas yang menutupi hingga mata kaki akan lebih aman jika terjadi kecelakaan.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here