Kiss FM Medan – Tim Gabungan Independen Pencari Fakta Tragedi Kanjuruhan diwakili Menkopolhukam Mahfud MD, mengumumkan gas air mata sebagai penyebab utama terjadinya kerusuhan hingga menelan korban sebanyak 131 orang tewas.

“[Korban] yang mati dan cacat, serta sekarang kritis, dipastikan itu terjadi karena desak-desakan setelah ada gas air mata yang disemprotkan. Itu penyebabnya,” kata beliau.

Mahfud MD melanjutkan kalau dari fakta-fakta yang ditemukan dari 32 CCTV yang dimiliki oleh aparat menunjukkan proses jatuhnya korban lebih mengerikan dari di televisi dan di medsos.

Hal itu disampaikan Ketua Tim Gabungan Independen Pencari Fakta (TGIPF), yang juga adalah Menkopolhukam, Mahfud MD, dalam jumpa pers di Kantor Kepresidenan, setelah menyerahkan laporan setebal 124 halaman.

Mahfud kemudian membeberkan lebih detil apa yang disaksikan dari rekaman CCTV:

“Ada yang saling gandengan untuk keluar bersama, satu bisa keluar, yang satu tertinggal. Yang sudah keluar balik lagi, untuk menolong temannya, [lalu] terinjak-injak, mati.

“Ada juga yang memberi bantuan pernapasan, karena satunya tidak bisa bernapas, membantu, dan kena semprot juga, mati.

Dari berbagai temuan inilah, selain keterangan saksi-saksi, TGIPF memastikan bahwa korban meninggal dan terluka dalam tragedi itu karena “desak-desakan setelah ada gas air mata yang disemprotkan [aparat]”.

“Pemerintah tidak akan memberikan izin pertandingan liga sepakbola profesional di bawah PSSI sampai dengan terjadinya perubahan dan kesiapan yang signifikan oleh PSSI,” ujar TGIPF dalam rekomendasinya. (BBC Indonesia)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here