Kiss FM Medan – Bagi banyak orang, momen wisuda identik dengan toga, selempang, dan foto keluarga. Namun di Finlandia, tradisi kelulusan doktoral S3 punya sentuhan yang jauh lebih dramatis—dan elegan. Lulusan PhD di sana tak hanya menerima ijazah, tetapi juga sebuah top hat (topi silinder hitam) dan sebilah pedang resmi.

Tradisi ini dikenal sebagai bagian dari doctoral conferment ceremony, sebuah upacara formal yang berakar dari kebiasaan akademik Nordik berabad-abad lalu. Dalam seremoni tersebut, para doktor mengenakan busana resmi lengkap dengan top hat dan pedang yang dirancang khusus untuk keperluan akademik.

Lalu apa maknanya?

Top hat melambangkan kebebasan akademik dan kemandirian dalam berpikir. Gelar doktor melalui S3 dianggap sebagai tanda bahwa seseorang telah mencapai tingkat keilmuan tertinggi dan memiliki otoritas untuk melakukan penelitian secara independen. Sementara itu, pedang bukan simbol agresi, melainkan tanggung jawab moral. Pedang tersebut melambangkan kewajiban seorang doktor untuk membela kebenaran, melindungi ilmu pengetahuan, serta menentang misinformasi.

Menariknya, pedang doktoral di Finlandia memiliki desain standar nasional dan hanya digunakan dalam konteks akademik seremonial. Tradisi ini masih dijalankan di berbagai universitas, termasuk di University of Helsinki dan institusi ternama lainnya.

Jadi, jika suatu hari kamu melihat foto seorang doktor Finlandia berdiri gagah dengan topi dan pedang, jangan salah paham. Itu bukan adegan film fantasi. Itu adalah simbol bahwa mereka kini resmi menjadi penjaga ilmu dan kebenaran—dengan gaya yang sangat klasik dan penuh makna.