Kiss FM Medan – Kebanyakan dari kita semua merasa jijik sama kecoa. Kalau hewan satu ini muncul di hadapan kita, rasanya pengen lari aja jauh-jauh. Apalagi kalau tiba-tiba ketemu kecoa terbang.

Nggak cuma kamu aja yang jijik kalau ketemu kecoa, ternyata kecoa juga jijik pas abis kesentuh kamu lho.

Menurut penelitian, kecoa memiliki sifat tidak bisa adanya penumpukan benda asing di tubuhnya. Jadi saat nggak sengaja tersentuh manusia dia akan kocar-kacir melarikan diri sebagai bentuk bertahan hidupnya, lalu kemudian membersihkan diri, sebab kecoa merasa setelah disentuh manusia dia merasa ada yang tertinggal di tubuhnya yang tersentuh.

Mereka membersihkan dirinya dengan menggerakan antena dan kakinya melalui mulut. Mereka memang seperti merasa jijik terhadap manusia, tapi hanya ingin tetap hidup sehat jauh dari sentuhan manusia.

Sedangkan kecoa gak bisa berfungsi dengan baik dengan adanya penumpukan benda asing di tubuhnya.

Alasan kecoa terbang jadi serangga yang ditakuti manusia

Jeffrey Lockwood, Professor ekologi University of Wyoming serta penulis The Infested Mind: Why Humans Fear, Loathe, and Love Insects, menyebut bahwa ketakutan manusia akan serangga adalah produk dari proses pengasuhan, bukan karena secara alamiah.

Anak-anak penuh rasa ingin tahu dan ketika bertemu serangga anak-anak secara alamiah akan mendekat untuk melihat dan memegangnya. Ini yang menjadi faktor banyak orang tua dan juga masyarakat yang mengenalkan serangga sebagai ‘musuh’ atau hama yang harus dijauhi serta dibasmi. Banyak pula orang tua mengenalkan serangga, terutama kecoa, sebagai hewan kotor dan berpenyakit. Karena pengenalan sejak masa asuh ini membuat anak-anak tertanam pikiran bahwa kecoa adalah serangga menjijikkan, dan kecoa terbang adalah hewan menakutkan.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here