Kiss FM Medan – Awal minggu lalu baru aja Microsoft dikabarkan memberlakukan cuti unlimited tanpa potong gaji untuk karyawannya tapi masih di minggu yang sama, Microsoft kembali dikabarkan akan melakukan PHK massal pada ribuan karyawannya.

Pemutusan hubungan kerja ini dilakukan kepada 11 ribu pegawainya yang tersebar ke berbagai divisi meliputi bagian gaming, termasuk Xbox, Bethesda, dan 343 Industries.

Microsoft menolak mengomentari laporan tersebut.

Microsoft sendiri memiliki 221.000 karyawan penuh waktu, termasuk 122.000 di Amerika Serikat dan 99.000 internasional, per 30 Juni, menurut pengajuan.

Microsoft berada di bawah tekanan untuk mempertahankan tingkat pertumbuhan di unit cloud-nya Azure, setelah beberapa kuartal mengalami penurunan di pasar komputer pribadi merugikan Windows dan penjualan perangkat.

Berita soal PHK muncul setelah Microsoft mengumumkan kebijakan cuti tanpa adanya batas waktu tertentu. Kebijakan itu hanya berlaku bagi semua karyawan di Amerika Serikat (AS) menerima gaji tetap.

Microsoft mengatakan waktu libur karyawan sebagai Discretionary Time Off atau Waktu Istirahat Bebas.

Untuk pekerja yang diupah per jam tidak mendapatkan keuntungan tersebut. Menurut Microsoft, undang-undang soal upah dan jam di federal dan negara bagian mempersulit menawarkan cuti tidak terbatas pada mereka.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here