Kiss FM Medan – Qatar melarang segala sesuatu bentuk dukungan terhadap LGBTQ+ termasuk ban pelangi yang mulai dikenakan oleh kapten tim di banyak pertandingan sepakbola.

Namun sebagai bentuk menghargai terhadap tuan rumah, penggunaan BAN PELANGI akhirnya diganti menjadi BAN ANTI-DISKRIMINASI.

Dilansir dari BBC, Minggu (20/11/2022), ban kapten ini merupakan kerja sama antara tiga badan PBB jelang pementasan turnamen. Ban kapten ini mengusung tema sosial yang berbeda pada setiap putarannya.

Selain ban anti-diskriminasi, ada ban lainnya yang akan juga dikenakan yaitu #SaveThePlanet, #ProtectChildren, #EducationForAll, dan #BeActive. Dari seluruh tema yang ada, tidak ada spesifik mendukung gerakan LGBT layaknya ban kapten pelangi yang sudah diluncurkan sebelumnya.

Belum diketahui kapan-kapan saja ban-ban ini digunakan.

https://twitter.com/dw_sports/status/1594680447082139648

Sedangkan Kapten timnas Prancis, Yugo Lloris sudah menyatakan sikapnya yaitu menolak untuk memakai ban kapten berwarna pelangi di Piala Dunia Qatar 2022. Dirinya melakukan ini untuk menunjukkan rasa hormat kepada tuan rumah Qatar. 

Ban kapten pelangi atau One Love adalah simbol perjuangan melawan diskriminasi, terutama terhadap kaum LGBT. Dan hal itu tidak sesuai dengan kebudayaan Qatar.

“Saat kami menyambut orang asing ke Prancis, kami ingin mereka menghormati aturan dan budaya kami. Saya pun akan melakukan hal yang sama ketika saya pergi ke Qatar,” ucap Kapten Timnas Prancis, Hugo Lloris dalam press conference. Bahkan kapten timnas Inggris, Harry kane akhirnya mengenakan Ban Anti-Diskriminasi sebelum pertandingan pembukaan Piala Dunia Inggris melawan Iran.

Pengumuman sikap ini dilakukan Inggris bersama dengan enam negara Eropa lainnya yaitu tidak mengenakan ban kapten OneLove di Piala Dunia Qatar 2022. Keputusan tersebut diambil setelah kapten menerima ancaman kartu kuning kalau berani mengenakan kapten ban pelangi. Hal ini dibenarkan oleh FIFA.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here