Kiss FM Medan – GTA 6 yang nggak kunjung dirilis baru aja bikin heboh minggu ini karena ada kebocoran di internet. Menurut penelusuran kepolisian London, pelakunya adalah seorang remaja berusia 16 tahun dengan identitas “teapotuberhacker”.

Identitas ini diketahui setelah diretas oleh hacker lainnya dengan identitas “pompompurin”. Menurut dia, peretas game GTA 6 itu adalah seorang remaja yang berusia 16 tahun, dan merupakan pemimpin dari kelompok penjahat siber yang dikenal dengan nama “Lapsus$”.

Pernyataan pompompurin yang mengatakan bahwa peretas sistem Rockstar Games masih remaja ini didukung oleh fakta yang menyebutkan bahwa pihak kepolisian London, Inggris sempat menangkap beberapa anggota Lapsus$ yang seluruhnya merupakan remaja berusia 16-21 tahun pada Maret 2022 lalu.

Adapun Lapsus$ merupakan grup hacker yang bisa dibilang “kelas kakap”, lantaran sudah membobol sejumlah sistem dari beberapa perusahaan kenamaan macam Microsoft, Samsung, Nvidia, hingga Ubisoft di masa lalu.

Menurut pompompurin, hacker – waktu itu namanya White – mengirim bukti dalam obrolan Telegram bahwa mereka berada di balik kebocoran GTA 6. Mereka kemudian diduga menghapus bukti ketika kebocoran itu menjadi viral.

White juga dikatakan telah meretas Microsoft melalui tim mereka Lapsus$, yang diulas Microsoft dalam sebuah posting blog awal tahun ini. White juga diduga meretas Uber awal pekan ini, menguatkan komentar dari teapottuberhacker di GTA Forums.

Mereka mengatakan bahwa mereka tidak hanya membocorkan GTA 6 dengan mengakses server Slack Rockstar Games, tetapi mereka juga berhasil menembus keamanan Uber. Diduga bahwa teapottuberhacker adalah orang yang sama dengan White.

Kabarnya, hacker tersebut sudah ditangkap oleh kepolisian London.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here