Kiss FM Medan – Siapa disini yang punya ekspektasi tinggi terhadap film Venom? Dan kemudian kalian harus menerima dengan lapang dada rasa tidak puas menjadi “Hmm… so far, it’s okay”. Buat kamu yang udah nonton film Venom yang rilis pada 3 Oktober minggu lalu maka pasti bakal merasakan hal yang sama dengan yang kami rasakan.

But wait… maaf banget kalau di review film Venom abal-abal kami ini bakal ada sedikit spoiler yang bikin kamu nggak nyaman. It’s okay then, kalau kamu nggak suka.

Film antihero yang digadang-gadang bakal bikin pembaharuan di genre action-fantasy-science ini harus membuat penggemar Spider-Man cukup terkejut dengan karakter Venom yang ditampilkan. Venom di sini nggak segarang seperti yang mereka gambarkan melalui trailer yang dibagikan di Youtube. Banyak yang mengaku sangat penasaran dengan film dari villain-nya Spider-Man ini.

Sayangnya, ada juga banyak kejanggalan pada symbiote yang mereka gambarkan mengalami kesulitan untuk mendapatkan ‘inang’ yaitu tubuh manusia yang sesuai agar para Symbiote ini bisa hidup di bumi.

Untuk mereka yang paham apa itu symbiote mungkin nggak akan bingung kenapa ada symbiote yang bisa bertahan di inang dalam waktu yang lama sementara ada yang nggak bisa bertahan sama sekali walau dalam hitungan jam.

Ada lagi, Venom itu suka banget makan daging manusia dan di trailer mereka menunjukkan hal itu sebagai kekejaman yang sangat sadis. Bayangin aja coy, doi makan manusia dengan cara seperti memakan wortel mentah. Eeuuuhhh

Tapi begitu kamu tonton filmnya, kamu bakal menganggap kalau manusia itu cuma kerupuk yang nggak begitu berarti selain bernilai makanan di mata Venom.

Jadi disarankan buat kamu yang bukan fans Marvel dan pengen nonton Venom wajib hukumnya searching dulu buat nyari tau siapa itu Venom sebenarnya.

Tapi setelah merasa sedikit kecewa dengan karakter yang digambarkan oleh Sony di wujud Venom kita patut acungi jempol pada setiap efek perubahan dari Eddie Brock menjadi Venom, belum lagi keseruan saat Venom menyatu di diri Eddie, dan adegan pertarungan antara Venom dengan musuhnya, Riot.

Overall, kita kembalikan lagi pada kamu gimana mau menilai film ini karena bisa jadi cara kita memandang film ini cukup berbeda. Apakah ini recommended buat kamu tonton? Kami rekomendasikan sebagai hiburan kamu akhir pekan bareng pasangan.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here