Kiss FM Medan – Perlu kamu ketahui, Iphone yang memiliki negara asal Amerika Serikat dan sebagian besar produk keluaran Apple dipasarkan pertama sekali di sana bukan berarti memiliki pabrik dan diproduksi di Amerika pula. Iphone, sudah bertahun-tahun lamanya bekerja sama dengan China dan membangun pabrik khusus memproduksi Iphone. Tercengang? Tidak! Sebab ini bukan berita baru lagi.

Beberapa tahun lalu viral di dunia maya bahwa ada seorang buruh dari pabrik ini yang meninggal karena tewas bunuh diri, dengan cara lompat dari atap gedung pabrik tersebut. Setelah diselidiki, kemungkinan besar penyebabnya adalah tekanan pekerjaan dan monotonnya hal yang dikerjakan. Beberapa bulan setelahnya, adalagi seorang buruh yang melakukan hal yang sama.

Memangnya seperti apa sih bekerja di pabrik Iphone ini kok sampai ada karyawannya yang mati bunuh diri karena tertekan oleh pekerjaan?

Seorang pria bernama Dejian Zeng menyamar dan bekerja sebagai karyawan di pabrik Pegatron Apple, Shanghai, China. Ia membeberkan bagaimana rasanya bekerja di pabrik Iphone yang memiliki shift 12 jam per hari. Dejian adalah lulusan dari New York University. Bagian dari sebuah project yang ia jalani adalah menyamar dan bekerja di pabrik Iphone selama 6 minggu. Melalui penuturan Dejian Zheng inilah diketahui bagaimana rasanya berada di dalam pabrik Iphone.

Besarnya pabrik Iphone ini sampai dibagi ke dalam 7 sub unit pabrik

Menurut Zheng, ada 70.000 buruh yang bekerja di dalam parik Iphone tempatnya menyamar. Zheng mengatakan kalau pabrik tempat ia bekerja sangat besar. Ada 7 sub unit pabrik yang dibangun dalam satu kompleks. Ada topi biru, kemeja pink dan celana biru adalah seragam yang dikenakan oleh buruh ketika bekerja. Buruh hanya mendapat satu set seragam saja, oh iya, mereka bekerja mengenakan sandal lho.

Tingkat keamanan tinggi dan tidak boleh ada benda logam

Ada loker khusus buruh yang difungsikan sebagai tempat mengganti pakaian dan meletakkan semua barang mereka yang terbuat dari logam termasuk handphone milik mereka. Ada beberapa buruh yang menggunakan Iphone namun lebih banyak lagi buruh menggunakan handphone China karena harganya yang murah. para buruh dilarang menggunakan handphone ketika bekerja, dan juga tidak boleh mengambil selfie ketika berada di areal pabrik. Bila ketahuan maka ada sanksi berat yang diberikan pabrik pada buruh tersebut.

Selain mengenakan ID Card, buruh juga memiliki detektor wajah untuk bisa masuk ke dalam ruangan detektor metal sebelum memulai aktifitasnya di dalam pabrik.

Zeng mengatakan, ketika ia bekerja di sana ia masuk di masa setengah waktunya digunakan memproduksi Iphone 6s, kemudian setengahnya lagi  digunakan untuk memproduksi Iphone 7. Ketika produksi Iphone 7, pabrik meningkatkan keamanannya. Hal ini ia temui ketika harus ke lantai 4 pabrik dan harus masuk ke dalam ruang detektor metal lagi. Hal yang selalu tidak biasa didengar Zeng adalah kelakuan para manajer pabrik  yang selalu berteriak pada karyawannya.

Ketika berada di sana Zeng melihat ada sebuah mekanisme untuk menahan para buruh untuk bunuh diri. Ada semacam jaring yang di pasang di bawah jendela dan juga ada semacam jerjak atau penghalang di dekat jendela, yah seperti kandang kalau dibilang sih jadi buruh tidak bisa loncat dari sana.

Jumlah waktu bekerja di pabrik Iphone mencapai 12 jam per shift

Zheng mengatakan kalau aktifitas pabrik dimulai pada pukul 7.30 pagi, dan menghabiskan waktu selama 12 jam di dalam pabrik, walau begitu mereka hanya bekerja selama 10 jam 30 menit dikurangi oleh waktu istirahat selama 1 jam 30 menit dan hari libur hanya hari Minggu, selebihnya tetap bekerja. Bekerja di pabrik ini tentu akan merasa bosan sebab Zheng bekerja hanya memasang satu skrup yang berfungsi mengencangkan speaker ke bagian belakang Iphone. Melakukan hal yang sama dan itu adalah kegiatan monoton yang membuat bosan.

Dan semakin bosan karena para buruh tidak pulang ke rumah, mereka tinggal di dalam asrama yang sebagian terletak di dalam area pabrik, dan sebagian lagi ada di luar pabrik. Zeng tinggal di asrama yang berada di luar pabrik, untuk mencapainya ia harus naik shuttle bus selama 10 menit untuk sampai ke sana. Satu kamar tidur diisi oleh delapan orang, untuk setiap lantai hanya memiliki satu dapur dan satu kamar mandi dengan jumlah kamar tidur mencapai 20 kamar per lantai, sekitar 200 orang per lantai. Bayangin kalau mau mandi pagi sebelum kerja itu gimana? Sepertinya banyak yang memilih nggak mandi kalau kondisinya seperti itu. Ada peraturan tertulis yang harus dipatuhi oleh setiap orang yang tinggal di dalam asrama yaitu dilarang merokok dan mabuk di dalam asrama.

Selain itu, tidak ada ruang rekreasi bagi mereka, buruh hanya melakukan dua hal ketika mereka pulang ke asrama yaitu menonton film dari handphone mereka atau bermain game online di internet cafe, semacam warnet gitu deh. Selain itu makanan yang bisa didapatkan oleh para buruh di dalam pabrik cuma 8 macam makanan dan sebagiannya adalah makanan semacam mi dan sayuran tanpa daging dan ini adalah makanan murah yang bisa dibeli dengan 5 Yuan atau sekitar 10 ribu rupiah.

Digaji cuma 6 juta rupiah untuk kelas Iphone

Untuk penghasilan, Zheng mengatakan ia mendapat upah sebesar 3.100 yuan atau 450 dollar atau sekitar 6 juta rupiah dan itu merupakan upah per bulan. Jumlah ini total dari gaji pokok dan uang lembur, dan jumlah ini di China termasuk upah minimum. Kalau buruh pabrik di Indonesia masih diupah sesuai Upah Minimum Provinsi masing-masing dan harganya berbeda-beda setiap daerah, paling mahal juga cuma dibayar 3 jutaan, dan itu bekerja selama 7 sampai 8 jam per hari.

Setiap hari bekerja berakhir,  buruh berbaris dan manajer menghitung jumlah produk yang belum dikerjakan, kalau jumlahnya sedikit maka para buruh terlihat tersenyum puas dan itu adalah hal baik setiap harinya.

Para pekerja terdiri dari sebagian besar, sekitar 80 persen adalah pria dengan rentang usia 18 sampai 30 tahun. Mereka berasal dari berbagai daerah dan selalu pergi ke pusat perbelanjaan di dekat pabrik dan membeli makanan-makanan enak sebagai cara menikmati hari libur yang cuma seminggu sekali. Itulah pengalaman Zeng selama bekerja di parik Iphone selama 6 minggu, kalau mendengar bagaimana cara Zeng menuturkan pengalamannya maka tidak ada hal buruk di sana yang membuat buruh memutuskan bunuh diri, mungkin faktor di dapat ketika tertekan oleh teriakan-teriakan manajer yang tidak ramah dan terkesan memaksa, ditambah juga dengan pekerjaan yang monoton dan tempat tinggal yang berupa asrama ini yang membuat seorang buruh memilih untuk menyerah. Bagaimana dengan rekan sebaya? Berminat bekerja di sana?

Pin It on Pinterest

Shares
Share This