Kiss FM Medan – Kita perlu ingat bahwa membangun bisnis nggak semudah membalikkan telapak tangan, apalagi hanya modal dari inovasi baru, banyak hal yang harus diperhatikan termasuk memilih partner bisnis. Entah partner tersebut adalah keluarga, teman, pacar merupakan rekan bisnis dan kita harus menjaga agar bisnis yang kita bangun bersama mereka nggak pecah di tengah jalan.

The best lesson dalam berbisnis are the mistakes. Seperti President PT Maicih, Reza Nurhilman (29) yang awalnya ngejalanin bisnis keripik Maicih bareng kedua kakaknya dan berakhir jadi pecah kongsi. Hal yang sama terjadi pada Aresky Ramadhan (23) owner dari W Nider Restaurant bareng temen-temennya namun sekarang tutup.

Baiknya hindari kesalahan-kesalahan yang paling sering terjadi di bawah ini ketika memilih partner bisnis.

Memilih partner bisnis yang tidak bisa bersikap profesional

Penting banget memiliki peran dan tanggung jawab masing-masing sesuai struktur organisasi yang sudah disepakati secara profesional. Ketika memutuskan untuk berbisnis bersama maka hal-hal seperti usia, senioritas, atau banyak-sedikitnya modal yang ditanam bukan hal utama. Tapi bagaimana kita menjalankan bisnis dengan cara profesional.

Nggak enakan sama partner bisnis

Ini yang paling sering terjadi, yakinlah. Karena ada hubungan blur antara hubungan personal dengan profesional partner bisnis bakal kejebak dalam kondisi nggak enakan, padahal kita tahu persis apa yang harus dilakuin tiap orang dalam tim. Jangan sampai merasa menyesal karena nggak ngomong blak-blakan tentang apa yang salah dalam bisnis kalian dan melakukan evaluasi kinerja tim buat menolong perusahaan biar nggak collapse.

Tidak adanya perjanjian legal

Mentang-mentang temenan, sodaraan trus nggak buat perjanjian hitam di atas putih atau perjanjian legal mengenai komitmen kalian. Padahal, hal semacam ini penting banget buat mengikat tanggung jawab partner satu sama lain. Yang paling parah lagi ketika ide bisnis sampai diambil alih orang lain karena kurangnya legalitas mengenai nama dan ide bisnis sehingga ketika terjadi pecah kongsi bisa saling rebutan.

Bisnis tanpa rencana

Banyak yang bilang kalau kunci sukses itu dimulai dari nekat dulu, dari pada nggak mulai-mulai juga. Tapi arti ‘nekat’ nggak bisa dairtikan mentah-mentah. Senekat apapun tetap butuh bussiness plan yang nyata juga. Jangan sampai nggak ngelakuin market test, nyusun strategi yang jelas sampek nggak memperhitungkan budget yang bikin bisnisnya overspending.

Salah memilih partner bisnis

Keahlian masing-masing orang dalam satu tim tetap jadi pertimbangan buat numbuhin bisnis, or at least mereka punya passion di bidang yang ingin digeluti. Karena memiliki partner bisnis dari latar belakang pendidikan yang sama membuat tim kadang kelimpungan ketika harus handling hal yang belum pernah mereka tangani sebelumnya. Akhirnya kalian jadi nggak ngeti bagaimana harus menangani dan memberikan solusi yang tepat.

Punya visi yang beda

Ketika terdapat banyak kepala dalam mengolah bisnis maka bersiaplah untuk mengadapi masalah ini cepat atau lambat. Apalagi ketia revenue bisnis lagi naik maka setiap orang memiliki hasrat buat nge-boost bisnispun meningkat. Hal semacam perbedaan visi mulai dari logo, packaging, sampe sistem penjualanan hingga hal sepelepun bisa terjadi. Ego masing-masing kepala adalah pemicu di permasalahan ini.

Pin It on Pinterest

Shares
Share This