Kiss FM Medan – Cabai, bumbu yang membuat makanan pedas mengandung zat Capsaicinoid ini ternyata diproduksi oleh tanaman tersebut sebagai cara untuk melindungi diri dari hewan atau jamur. Zat capsaicinoid tidak memiliki rasa dan bau namun ketika lidah mengecapnya ada rasa terbakar yang diterima oleh otak dan diterjemahkan sebagai ‘pedas’.

Otak akan langsung bereaksi terhadap rasa pedas dengan mengeluarkan neurotransmitter berupa endorfin. Nah si endorfin ini biang keroknya.

Dia yang bikin makanan pedas jadi malah ada rasa enak dan bikin nagih. Endorfin alami dari otak ini mirip dengan efek ‘enak’ dari morfin yaitu memicu rasa senang, tenang dan bahagia. Endorfin yang dilepas oleh otak ini tujuannya untuk meredakan rasa sakit dan menutupi reseptor lidah dari rasa sakit yang berada di saraf.

Bukan hanya endorfin, dopamin juga dikeluarkan oleh otak saat menanggapi rasa pedas tadi. Dopamin membantu mengirim sinyal ke reseptor kenikmatan sehingga kamu akan merasa lebih tenang dan nyaman. Jadi kalau kamu menambahkan sambal ke mangkuk baksomu maka otak akan memproduksi endorfin dan dopamin lebih banyak lagi.

Makanan Pedas Tidak Pernah Sepi Peminat, Ini Alasannya
Shares
  • Facebook
  • Twitter
  • Google+

Bukannya kapok dan berhenti makan, kamu malah semakin tertantang untuk makan sampai air mata dan keringat bercucuran. Selain itu, capsaicinoid membuat tubuh bereaksi sebagai rasa sakit tubuh akhirnya memunculkan rasa panas dan terbakar di lidah yang kita kenal sebagai rasa pedas.

Lucunya, rasa ini membuat seseorang bisa dari benci banget malah jadi cinta banget padahal menurut John Hayes dari Pennsylvania State University, masalah suka atau benci makanan pedas nggak didapat dari warisan genetik.  

Pada kenyataanya, semakin sering kamu makan pedas, maka kemampuan kamu menahan rasa pedas juga akan semakin meningkat. Karena reseptor di mulut akan berhenti memberikan respon heboh ketika lidahmu merasakan pedas di awal-awal. Inilah yang disebut sebagai fenomena capsaicin desensitisation.

Tapi kamu juga jangan lupa kalau nggak semua usus bisa kena capsaicinoid. Terutama lambung akan langsung bereaksi hebat ketika dihadiri capsaicinoid. 

Pin It on Pinterest

Shares
Share This