Kiss FM Medan – Bebas berpendapat di sosial media memang belakangan makin kelewatan ya rekan sebaya. Sosial media yang harusnya tempat berekspresi malah disalahgunakan jadi sarana menyebar kebencian bahkan merendahkan orang lain. Ini kan hal yang menyedihkan di tengah kemajuan zaman yang kekinian.

Sedihnya, di sosial media sudah ‘lumrah’ membaca komentar-komentar yang seringnya bikin nyesek seperti “Ih kok kamu gendut banget, badan udah lemak semua”, atau komentar seperti “Pemimpin apaan tuh, udah item nggak becus lagi”. Btw, itu cuma contoh yaaaa… nggak beneran ngatain lho!

Nah, komentar-komentar begini kan banyak banget di dunia maya. Nyesek kan bacanya…

Fortunately, pemerintah ternyata nggak tinggal diam nih, buat mencegah masyarakatnya agar nggak saling menyakiti hati masing-masing, dibuatlah Undang-Undang yang mengatur hal tersebut dengan melampirkan sanksi yang akan diberikan kalau tetap nekat ngelakuin. Bahkan menurut undang-undang tersebut, pelaku yang berkomentar seperti ini bisa dijatuhi hukum pidana yang artinya bisa DIPENJARA.

Ganjaran itu tertulis jelas di Undang-Undang Informasi Transaksi Elektronik (UU ITE) serta perubahannya.

Pasal 27 ayat 3 UU ITE menyebut melarang “Setiap orang dengan sengaja dan tanpa hak mendistribusikan dan/atau mentransmisikan dan/atau membuat dapat diaksesnya Informasi Elektronik dan/atau Dokumen Elektronik yang memiliki muatan penghinaan dan/atau pencemaran nama baik.”

Pasal 45 ayat 3 UU ITE Setiap Orang yang dengan sengaja dan tanpa hak mendistribusikan dan/atau mentransmisikan dan/atau membuat dapat diaksesnya Informasi Elektronik dan/atau Dokumen Elektronik yang memiliki muatan penghinaan atau pencemaran nama baik sebagaimana dimaksud dalam Pasal 27 ayat (3) dipidana dengan pidana penjara paling lama 4 (empat) tahun dan/atau denda paling banyak Rp750.000.000,00 (tujuh ratus lima puluh juta rupiah).

Jelas banget kan ganjarannya buat pelaku komentar negatif. Yaudah lah, lagian apa untungnya sih ngatain orang lain walaupun kamu ngerasa udah biasa ngomong begitu tapi kan nggak semua orang hatinya bisa terima. Mulutmu harimaumu… dan sekarang peribahasa ini berubah jadi jarimu harimaumu. Mending sekarang yang positif-positif aja, biar bumi bisa lebih damai ☺️

4 COMMENTS

  1. Many of them give you a similar intense massage towards the calf and foot areas since they
    do inside the back, neck and spine areas. Here are a handful of
    general guidelines to follow when researching the perfect Massage Chair to
    match your needs:Basic Comfort and Looks – Take some
    time to sit in the Chair and have a perception of your own comfort level in this model.
    ” Despite the name, however, the palms and thumbs works extremely well in Shiatsu massage in addition to the fingers.

  2. Get rid of and switch the shower head using what is termed a low flow shower head.
    Since there is no need for any fuel, it is a very clean source of energy.
    This makes the roll-out of alternative fuels unfortunately a necessity later on.

  3. Sure it does not happen on a regular basis but there’s a
    fundamental plan there. You just have to concentrate on whnat you happen to be holding,
    increase thhe risk for right decisions, and beat a poker machine inside
    long run. The precise origins with the actujal word “Poker” has additionally been a topic a vast
    amount of academic discussion and hypothesising aand whilst the most popular belief is
    apparently that it is duue tto that old French game of poque, you’ll find others who aren’t entirely convinced by this.

  4. Books can bump you up the learning curve faster than playung 200,000
    hands. Reviewing the ways how different individuals play
    poker can help allow anyone to see what’s going on right and what
    is wrong in the game. It’s not that vital that
    you lok at every detail since hey may well not even notice it.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here