Kiss FM Medan – Kasus keracunan gara-gara menyuntikkan cairan desinfektan ke tubuh meningkat drastis sejak presiden Donald Trump menyebut cara ini untuk menghindari terinfeksi virus Corona.

Sebelumnya Kamis minggu lalu, presiden Donald Trump sempat mengatakan “Saya melihat desinfektan cukup ampuh (mematikan virus) dalam satu menit. Apakah ada cara yang bisa kita lakukan seperti menyuntikkan zat itu, itu akan sangat menarik untuk diuji. Sangat menarik bagi saya.”

Gara-gara pernyataan ini, penggunaan cairan desinfektan bernama Lysol meningkat drastis di Amerika. Seiring dengan hal itu, peningkatan laporan kasus keracunan karena cairan Lysol juga meningkat.

Pernyataan Donald Trump juga bikin badan kesehatan kerepotan karena mendapat telepon terus menerus dari masyarakat yang menanyakan kebenaran hal tersebut.

Akhirnya, Maryland Emergency Management Agency (MDMEMA) menerbitkan surat edaran berisi peringatan bahaya penggunaan cairan desinfektan ke dalam tubuh. Badan kesehatan lainnya juga ikut melakukan hal serupa.

Bahkan pihak perusahaan desinfektan yang membuat dettol dan Lisol juga turut memperingatkan masyarakat agar tidak memasukkan cairan desinfektan ke dalam tubuh.

“Sebagai pemimpin produk kesehatan dan pembersih di dunia, kami menegaskan tidak ada alasan apapun yang membenarkan memasukkan produk buatan kami ke dalam tubuh (melalui suntikan, dikonsumsi, atau dengan cara lain),” demikian isi pernyataan Reckitt Benckiser.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here