Kiss FM Medan – Apa kabar para pejuang skripsi yang terus berusaha tiada henti untuk mencapai cita-cita diri sendiri dengan doa tiada henti. Buat kamu yang sedang berada di masa-masa sulit mengerjakan skripsi, tenang, bukan hanya kamu yang merasakannya, kamu nggak sendirian, kami memahamimu yang sedang mengalami masa-masa di bawah ini.

Jam kuliah yang berkurang tapi masih setia di kampus dari pagi sampai malam hari

Jeritan Hati Para Pejuang Skripsi Ini Kamu Banget Saat Di Masa-Masa Itu
Shares
  • Facebook
  • Twitter
  • Google+

Bukan apa-apa, ngerjain skripsi butuh banyak referensi dari berbagai literatur baik itu buku maupun di internet. Nongkrong di kampus demi dapet inspirasi (lebih tepatnya butuh motivasi biar nggak males ngerjain skripsi) dibanding ngerjain di rumah atau di kos.

Pejuang skripsi bosen ditanya “udah sampai bab berapa?”

Shares
  • Facebook
  • Twitter
  • Google+

Dengan rese’nya teman-teman pada nanyain sekarang udah bab berapa padahal baru aja kelar proposal itu juga belom seminar masih ngantri nunggu jadwal maju seminar. Pejuang skripsi memang harus kuat lahir batin.

Rela skripsi dicoret-coret doping dan harus revisi berulang kali

Jeritan Hati Para Pejuang Skripsi Ini Kamu Banget Saat Di Masa-Masa Itu
Shares
  • Facebook
  • Twitter
  • Google+

Sudah mengerjakan dengan sepenuh hati dan mencurahkan pikiran menggunakan segala macam pengolahan kata agar skripsi segera di-acc eh malah ketika sudah diberi pada dosen lagi-lagi dicoret-coret, ada saja yang salah dan kembali harus revisi. Paling banyak kamu berapa kali revisi untuk satu bab saja gaes? Penulis pernah sampai 5 kali revisi.

Menjadi nokturnal demi skripsi cepat kelar

Shares
  • Facebook
  • Twitter
  • Google+

Demi skripsi cepat kelar maka jam tidurpun jadi korban, tapi banyak juga yang berdalih kalau mengerjakan di malam hari lebih adem dan tenang jadi inspirasi dan motivasi mudah di dapat. Yah, begadang sampai pagi udah cerita biasa, tidur di bawah 5 jam sehari udah langganan, yang awalnya nggak suka kopi sekarang nggak bisa kalau nggak ada kopi.

Yang dihadapi setiap hari laptop dan printer

Shares
  • Facebook
  • Twitter
  • Google+

Namanya juga skripsi, pasti tinggal hasil akhir dalam bentuk karya ilmiah yang senantiasa mengerjakannya di laptop atau komputer dan sudah menjadi terbiasa bertemankan dengan printer. Dua benda paling penting dalam mengerjakan skripsi.

Rela datang pagi buta demi ketemu dosen pembimbing

Shares
  • Facebook
  • Twitter
  • Google+

Dosen yang nggak mau mengangkat telepon dan slow respon kalau dikirimi pesan ini memang bikin kita harus berjuang lebih keras untuk datang lebih pagi sebelum jam mengajarnya hanya untuk 5-10 menit bimbingan. Kadang kalau terlambat dan dia sudah pergi mengajar di tempat lain maka harus mencoba lebih keras lagi di esok hari. Kamu kuat hai Pejuang skripsi!

Sudah biasa diphpin sama dosen padahal udah nunggu lama buat bimbingan

Shares
  • Facebook
  • Twitter
  • Google+

Udah nunggu lama-lama buat bimbingan si dosen malah cuma nyuruh letak materi skripsi di atas mejanya doang, kalau begitu aja mah dari tadi udah dilakuin, ngapain sampai nunggu dua jam. Kadang udah bikin janji ketemu, dan kita udah nunggu lama, apalagi sengaja datang lebih cepat dari waktu janjian ternyata doping nggak dateng, pas ditanya ke tata usaha, rupanya doi keluar negeri ada seminar. Pejuang skripsi adalah pejuang yang kuat, tetaplah semangat!

Mulai putus asa ketika teman seangkatan udah pada wisuda sementara dia belom juga

Shares
  • Facebook
  • Twitter
  • Google+

Melihat teman-teman seangkatan satu per satu menyelesaikan skripsinya dan tersenyum bahagia sambil memegang toga diapit kedua orang tuanya membuat hati dan mata pedih apalagi jika tinggal diri sendiri yang belum juga selesai sementara teman satu angkatan semua sudah wisuda.

Pejuang skripsi lelah ditanya “kapan wisuda?”

Shares
  • Facebook
  • Twitter
  • Google+

Sesungguhnya pertanyaan paling pedih bagi pejuang skripsi adalah ditanya ‘kapan wisuda?’ sebab mereka juga tidak tahu apa jawabnya. Yang mereka lakukan adalah berhasil melewati proses mengerjakan skripsi yang tiada akhirnya karena terlalu banyak revisi dan perjuangan mengejar dosen pembimbing yang udah janjian buat ketemu malah seenaknya ngebatalin, kadang-kadang tanpa kabar doi ngilang entah kemana.

Pin It on Pinterest

Shares
Share This