Kiss FM Medan – Buat yang belum tahu, presiden Amerika Serikat, Donald Trump sempat menyatakan kalau dirinya adalah fans dari pelantun Bad Blood pada 2012 lalu. Namun kini beliau tak lagi menjadi fanboy Taylor Swift gara-gara masalah politik.

Taylor Swift adalah public figure yang enggan mengumbar opini politiknya. Tapi setelah dua tahun belakangan dan banyak hal terjadi selama periode waktu tersebut, ia bertekad untuk melakukan perubahan.

Melalui sosial media Taylor secara terbuka akan memilih pada siapa ia akan berpihak. Ia akan memilih orang yang benar-benar mewakili aspirasi dirinya.

“Saya tidak dapat memilih orang yang tidak mau berjuang untuk kemuliaan seluruh orang Amerika, tak peduli warna kulitnya, gender, atau siapa yang mereka cinta,” katanya.

Dari kalimat ini ia dengan jelas memihak pada Phil Bredesen, wakil dari partai Demokrat untuk wilayah Tennesse.

“Terima kasih atas kata-kata manisnya Taylor Swift. Saya merasa terhormat mendapatkan dukunganmu dan banyak warga Tennessee yang siap mengesampingkan teriakan partisan dan menyelesaikan berbagai hal,” kata Bredesen.

Taylor secara terbuka juga mengatakan kalau ia tidak bisa memilih wakil perempuan dari partai Republik, partai yang juga menaungi Trump, yaitu Marsha Blackburn. Karena itulah Trump tak bisa lagi menutupi kekesalannya pada tindakan Taylor.

“Taylor Swift tak tahu apa-apa,” kata Trump kala ditanya wartawan terkait ucapan Swift soal Marsha Blackburn, dikutip dari AFP.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here