Kiss FM Medan – Kalau bicara tentang bagaimana orang Medan duh nggak akan ada habisnya, karna ciri khas orang Medan itu unik. Loh? Kenapa? Karena mereka punya sifat-sifat berikut ini yang mereka sendiri nggak sadar ternyata orang Medan itu seperti ini.

Kalau nggak kenal manggilnya ‘abang’ dan ‘kakak’ tanpa lihat usia

Sudah menjadi kebiasaan, kesopanan di suku manapun pasti ada. Namun, khusus orang Medan selalu memanggil orang-orang yang nggak dikenal dengan sebutan ‘abang’ atau ‘kakak’. Ya kalau rambutnya sudah memutih karena usia tentu nggak seperti itu manggilnya. Tapi perhatikanlah ketika berada di Medan maka anda tidak akan mendengar sebutan ‘mbak’, ‘mas’, ‘bapak’, atau ‘ibu’.

Pesan es teh manis dengan istilah ‘mandi’ dan es nutri sari dengan ‘nurdin’

Orang medan kalau pesan es teh manis di warung nggak mungkin pakai istilah es teh manis, mereka akan mengatakan “bang, mandinya satu”. Penamaan yang berasal dari singkatan atau akronim ini juga terjadi pada minuman sachet bermerek nutri sari. Kalau di warung sering sekali minuman ini dipesan dan namanya adalah nurdin, atau nutri sari dingin. Anehnya, tidak ada penamaan pada teh panas atau nutri sari panas.

Naik angkot pasti minta berhenti dengan kalimat ‘pinggir bang’ bukan ‘kiri bang’

Kalau di medan, minta berhenti sama abang supir angkot jangan bilang ‘kiri bang’, karena dia nggak bakal berhenti. Coba ganti dengan kalimat ‘pinggir bang’ pasti dijawabnya ‘oke dek…”.

Ciri khas orang Medan kali nih, kalau ngomong persis orang yang sedang bertengkar

Sudah menjadi ciri khas orang medan kalau ngomong pasti suaranya menggelegar, apalagi kalau lagi marah, seluruh isi kebun binatang disebutkan, makian rasis, makian menyakitkan hati semua keluar. Tapi setelah marah-marah, orang medan tidak akan mengungkit-ungkitnya kembali dan megnanggapnya sudah usai.

Casingnya aja yang rocker, padahal hatinya Hello Kitty

Ciri khas orang medan itu sering kali diidentikkan dengan wajah petak, rahang yang tegas dan garis wajah yang keras. Ih, padahal hatinya lembut bagai tahu sutra. Nggak percaya? Makanya, berkawan sama anak Medan.

Disangka galak padahal kita kan orangnya peduli

Karena vokal bahasa yang bulat membuat orang Medan disangka galak, kalau lagi ngomong dikira sedang marah-marah. Jangan khawatir, ya memang begitu gaya ngomongnya orang Medan, tapi kalau masalah solidaritas dan kepedulian, anak Medan nggak kalah dari etnis lain.

Nggak suka basa basi, lebih suka jujur walau menyakitkan

Buat teman-teman yang masih suka kagetan punya teman orang Medan, harusnya kalian bahagia karena Orang Medan nggak suka basa-basi. Kalau ditanyai bagaimana pendapatnya maka ia akan berkata jujur sesuai padangannya. Kadang-kadang kejujurannya ini bisa menyakitkan hati yang mendengar namun begitulah orang Medan, bisa dibilang kami ini sulit sekali merangkai kata-kata manis dan enak didengar.

Kalau mendengar kalimat ‘Apa carik kak?’ pasti kalian lagi ada di Medan

Nah, kalau sudah mendengar kalimat ini, jangan-jangan kalian sedang ada di pajaknya orang Medan. Pajak itu istilah orang Medan untuk menyebutkan pasar. Kalau di pasar lain di luar Medan kita akan mendengar kalimat “boleh kak, cari apa? Masuk dulu yuk lihat-lihat”. Di Medan nggak ada yang begitu, pasti yang terdengar di sana sini kalimat “Apa carik kak?” atau “apa carik bang?”.

Memang sih nggak semua orang Medan seperti yang dikatakan di atas karena setiap orang memiliki tabiat dan sifat berbeda-beda tapi… mayoritas ya seperti ini. Ngaku klen yang anak Medan.

Pin It on Pinterest

Shares
Share This