Kiss FM Medan – Bulan April adalah saatnya Indonesia pesta demokrasi dengan memilih calon presiden periode yang baru. Saat di mana kamu sebagai warga negara Indonesia menggunakan hak pilih buat memilih siapa presiden pilihan kamu.

Kalau udah pesta demokrasi gini pasti ada deh yang memilih golput atau nggak mau ikutan milih, kebanyakan alasannya karena mager pulang kampung gara-gara kampung halaman yang jauh dan waktu yang mepet banget buat ikutan pilpres dan kembali lagi ke seharian yang sibuk. Biasanya, yang punya alasan begini adalah mereka para anak rantau.

Sekarang kamu bisa lho pindah milih, jadi kamu nggak perlu lagi jauh-jauh pulang ke kampung halaman. Asik banget kan?! Begini caranya….

1. Cek nama kamu di DAFTAR PEMILIH TETAP via online

Sekarang udah serba online, kalau mau ngecek apakah kamu masuk ke dalam daftar pemilih tetap atau tidak juga bisa kok via online. langsung aja klik di infopemilu.kpu.go.id. Langsung isi nama lengkap sesuai KTP dan masukan Nomor Induk Kependudukan (NIK) atau biasa lebih kamu kenal dengan Nomor KTP. Langsung deh submit.

Kalau kamu masuk ke dalam daftar pemilih tetap maka akan muncul keterangan kamu berasal dari mana dan keterangan di TPS mana kamu terdaftar untuk memberikan hak suara.

2. Ajukan surat pindah pemilih ke kantor KPU atau PPS di kelurahan domisili

Kalau sudah terdaftar maka kamu tinggal mengajukan surat pindah memilih. Ajukan surat pindah? gampang, suratnya tinggal kamu minta aja ke KPU terdekat, nama surat pindah ini adalah formulir A5. Langsung ke KPU sambil bawa KTP ya, atau KK atau resi KTP.

Kalau ternyata kamu nggak masuk ke dalam daftar pemilih tetap maka segera laporkan ke KPU terdekat sambil membawa dokumen kependudukan yang kamu miliki seperti KTP, KK, SIM, atau Resi KTP.

Apa yang terjadi setelah kamu mengajukan surat pindah pemilih?

Naaahh… kamu harus tahu nih….

Setelah kamu mengajukan surat pindah pemilih maka petugas di KPU akan mengecek data yang kamu tunjukkan ke dalam sistem database milik mereka.

Lalu….

KPU akan menghapus nama kamu di TPS sebelumnya, kemudian memindahkan data pemilih kamu ke TPS yang dekat dengan tempat tinggal domisili kamu.

Kelar mindahin data oleh KPU, kamu bakal dibekali surat pindah dari KPU yang HARUS kamu laporkan H-3 sebelum tanggal 17 April ke petugas KPU tingkat kelurahan atau ke Petugas Pemungutan Suara (PPS) atau kalau kamu nggak kenal siapa orangnya, kamu bisa MINTA TOLONG KEPLING atau perangkat desa lainnya untuk membantu kamu melaporkan diri.

Kenapa kamu harus lapor padahal punya surat pindah pemilih?

Agar kamu tercatat di PPS tempat kamu ingin memilih. Karena percuma aja kalau kamu punya surat pindah pemilih tapi nggak akan bisa memilih di hari pemilihan itu karena nggak lapor. Biasanya sih kamu yang nggak lapor bakal disuruh nunggu sampai detik-detik terakhir waktu pemungutan habis karena menunggu semua orang yang terdaftar di TPS itu kelar memilih.

Gampang kan caranya.

Yang jelas, kita sebagai warga negara juga harus ikut berperan dengan cara peduli pada pesta demokrasi kali ini. Ingat ya! Pilpres serentak pada 17 April 2019.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here