Kiss FM Medan – Kalau semua orang berpikir bahwa hari Valentine itu adalah momen wajib berbagi kasih dengan orang yang disayangi namun menurut artikel ini Valentine itu nggak penting-penting banget. Kenapa? Ini alasannya.

Buang-buang duit untuk sesuatu yang tidak bermanfaat

Kalau Valentine bukankah yang paling banyak dijadikan kado adalah bunga, coklat, kartu ucapan, dan benda-benda lainnya. Nah, benda-benda ini ternyata tidak begitu bermanfaat di dalam kehidupan. Hanya bisa disimpan dan tidak bisa dipergunakan untuk hal lain yang lebih bermanfaat. Kalau coklat mungkin bisa karena bisa memberi efek kenyang dan rasa bahagia dalam kandungan coklat, namun berhati-hatilah pada gula yang dikandung coklat karena bisa mendatangkan diabetes.

Udah bukan trennya lagi

Makin ke sini, ternyata momen perayaan Valentine sudah nggak begitu tren lagi. Bahkan Amerika sebagai negara yang dulunya aktif merayakan Valentine, kini masyarakatnya mulai meninggalkan tradisi ini. Hal ini dikarenakan permasalahan ekonomi dan masalah lainnya.

Daripada merayakan Valentine mending langsung lamar saja

Beraninya cuma ngajak ngerayain Valentine, makan malam romantis di cafe terkenal, dan beri hadiah mewah. Padahal ada momen yang lebih penting daripada Valentine, yaitu lamaran dari sang kekasih, daripada ngejalani hal yang nggak pasti.

Merayakan hari kasih sayang bisa dilakukan setiap hari

Bukankah hari Valentine sama seperti hari Ibu, hari Ayah, hari Anak Perempuan dari hari-hari peringatan lainnya yang mengaitkan rasa kasih sayang di dalamnya yang bisa kamu ungkapkan kapan aja pada orang yang kamu sayangi? Jadi nggak perlu hari khusus hanya untuk memperingati sebuah hari kasih sayang.

Jangan-jangan ini adalah komersialisasi dari perusahaan coklat

Memanfaatkan hari Valentine yang sebenarnya nggak penting-penting banget sebagai momen khusus berkasih sayang bisa menjadi dugaan para pelaku bisnis di bidang kuliner dan industri lainnya. Seperti penjualanan coklat yang diskon besar-besaran. Juga bisnis kartu ucapan yang belakangan semakin ditinggalkan karena masyarakat lebih memilih mengirim gambar .gif sebagai ucapan selamat melalui sosial media.

Nggak sesuai dengan perintah agama

Baik di agama Islam dan agama Kristen Valentine sama-sama dilarang. Apalagi mengingat sejarah mengapa sampai ada Valentine’s Day yaitu matinya seorang pendeta bernama Valentine karena memilih untuk melanggar titah Kaisar Romawi Claudius II yang melarang para tentara muda menikah, agar tidak ‘melempem’ di medan tempur. Karena itulah st. Valentine dikenai hukuman mati atas pelanggaran tetap menikahkan para pasangan muda. Kematian sang pendeta harusnya memberikan duka dan bukannya diperingati sebagai hari berkasih sayang dengan pesta pora.

Sementara di dalam agama Islam sendiri, melarang untuk melakukan perayaan Valentine karena merupakan tradisi dari umat agama lain, “Dan apabila ada dari umat Islam yagn melakukan tradisi dan perayaan dari agama lain maka ia adalah bagian dari mereka.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here